"Aksi teatrikal ini untuk menegaskan penolakan kita kepada rezim SBY-Boediono. Banyak kebohongan yang telah dilakukan dan diucapkan. Betul kawan-kawan?" teriak seorang koordinator aksi, Edo di lokasi aksi, Jl Sultan Iskandarsyah, Jakarta Selatan, Rabu (9/3/2011).
2 mahasiswa yang tidak mau disebut namanya ini menggunakan topeng SBY. Keduanya mengenakan jas hitam layaknya presiden dalam acara resmi. Tubuh pendemo bagian pinggang dililit menggunakan tali climbing. Tetapi ada tali lain yang diikatkan ke leher seolah-olah gantung diri betulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini untuk menegaskan hukum para koruptor dengan hukum rakyat, hukum gantung. Kami juga menuntut SBY-Boediono turun sekarang juga. Itu adalah harga mati," tuntut Edo.
Aksi ini diikuti mahasiswa USNI dan Universitas Bung Karno (UBK). Massa mahasiswa memadati 1 lajur jalan sehingga kemacetan panjang terjadi dari arah Permata Hijau atau dari Kebayoran Lama. Sebab, aksi itu membuat arus lalu lintas menyempit dari 6 lajur menjadi 2 lajur saja.
"Terdiam membisu atau lantang bersuara, diam jadi korban yang abadi. Atau bergerak untuk melawan," tulis mahasiswa dalam poster yang dipasang di jembatan.
Namun aksi ini hanya berlangsung 20 menit saja, karena hujan deras mengguyur kawasan Pondok Indah. Para pendemo yang awalnya bersemangat memilih untuk mundur dan membubarkan diri. Begitu pula dengan 2 mahasiswa yang gantung diri, ikut turun dan masuk kompleks kampus.
(Ari/gun)










































