Senin, Panwaslu Semarang Panggil Gus Solah

Senin, Panwaslu Semarang Panggil Gus Solah

- detikNews
Kamis, 27 Mei 2004 14:38 WIB
Semarang - Karena diduga melakukan kampanye di luar jadwal pada acara public hearing yang diselenggarakan IRCOS dan FNSt Jerman di Hotel Graha Santika Semarang, Jl. Pandanaran, Selasa (25/5/2004), Gus Solah dipanggil Panwaslu Semarang Senin mendatang (31/5/2004).Demikian dikatakan anggota Panwaslu Semarang Sriyanto Saputra. "Kira-kira pukul 11.00 WIB. Suratnya sudah kami kirimkan kemarin siang. Kami berharap dia bisa datang," kata Sriyanto kepada wartawan di Kantor Panwaslu Jateng, Jl.Veteran Semarang, Kamis (27/05/2004).Sriyanto yang hadir dalam acara "Sosialisasi Pilpres dan Peluncuran Komik Panduan Pengawasan Pilpres 2004" menambahkan, dalam pemanggilan itu agenda utamanya hanya meminta klarifikasi Gus Solah soal benar tidaknya ia menyampaikan visi-misi, penyebaran souvenir, dan juga maksud kedatangannya dalam acara public heraing itu."Dugaan awal kami menyatakan waktu berbicara di depan publik, dia (Gus Solah) mengarah pada visi-misi. Hal tersebut ditegaskan lagi dengan adanya penyebaran pin, stiker, dan gantungan berlogo gambar Wiranto dan Gus Solah pada saat acara berlangsung," papar Sriyanto.Menurut Sriyanto yang juga redaktur salah harian terkemuka di Semarang ini, pada saat bersamaan pihaknya juga akan memanggil penyelenggara acara bertajuk "Rakyat Bertanya, Capres - Cawapres Menjawab", yaitu IRCOS."Soalnya, bisa jadi IRCOS hanya LSM yang mempunyai kepentingan pada capres - cawapres tertentu. Buktinya, yang datang dalam acara mereka hanya Gus Solah. Padahal ada 5 pasangan capres yang sudah ditetapkan KPU," terang Sriyanto.Lebih lanjut Sriyanto mengatakan, pada saat acara itu berlangsung dirinya menelepon salah satu tim sukses Hamzah Haz. "Ternyata, Pak Thoyfoer (tim sukses Hamzah Haz) mengatakan bahwa Pak Hamzah ngggak diundang," kata Sriyanto.Untuk itu, Senin mendatang Panwaslu akan mengundang kedua belah pihak, baik Gus Solah maupun IRCOS. Hal tersebut dilakukan agar dugaan Panwaslu tidak tenggelam hanya karena alasan-asalan yang belum bisa dibuktikan."Kami tidak mau mendengar soal dalih-dalih Gus Solah atau IRCOS. Yang jelas, kami akan teruskan kasus ini ke penyidik," demikian Sriyanto. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads