Longsor terjadi di Dukuh Jurangjero, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Rabu (9/3/2011), sekitar pukul 09.30 WIB. Lokasi longsor berada di celah yang memisahkan lereng Gunung Merapi dengan Gunung Merbabu.
Saat longsor terjadi, di lokasi tidak sedang turun hujan. Namun diperkirakan tanah tebing setinggi lebih dari 10 meter tersebut telah retak akibat guyuran hujan deras yang mengguyur lokasi kejadian pada hari Selasa sore hingga malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sementara lalu-lintas dialihkan ke jalan kampung. Namun untuk kendaraan-kendaraan bermuatan berat tidak diperbolehkan lewat jalan kampung karena sangat berisiko. Selain jalan kampung cukup sempit, di beberapa bagian ruas jalan mengalami kerusakan, dan banyak tanjakan terjal karena berada di punggung Gunung Merapi.
Di lokasi kejadian saat ini banyak antrean kendaraan, terutama kendaraan pengangkut sayuran dan hasil pertanian lainnya dari sekitar Merapi dan Merbabu. Antrean panjang juga mewarnai jalan kampung di Jurangjero, karena jalan yang sempit.
Warga sekitar saat ini sedang melakukan kerja bakti untuk menyingkirkan tumpukan longsoran tanah menggunakan peralatan tradisional, seperti cangkul dan sekop. Namun warga kesulitan menyingkirkan material batu dan tanah yang cukup tebal.
"Warga melakukan kerja bakti untuk menyigkirkan longsoran, setidaknya diharapkan sepeda motor bisa lewat dulu. Kami juga sudah menghubungi Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan Perhubungan dan Kebersihan (DPU-PPK) Pemkab Boyolali untuk segera mengirimkan alat berat," ujar Camat Selo, Subiso, kepada wartawan di lokasi kejadian.
(mbr/fay)











































