"Kami sangat mengapresiasi partisipasi SIN Wassenaar dalam program The Hague Bridge ini," ujar Van Aartsen dalam sambutannya, seperti disampaikan Wakil Kepala SIN Gunaryadi kepada detikcom, Selasa (8/3/2011).
The Hague Bridge merupakan program Gemeente (Kotapraja) Den Haag sebagai City of Peace and Justice (Kota Perdamaian dan Keadilan), yang akan terus digelar dari satu wilayah ke wilayah lain di kotapraja ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cenderamata tersebut diserahkan oleh Wakil Kepala Sekolah Gunaryadi didampingi guru senior Wariso Siswoyo pada pembukaan The Hague Bridge di Sportcentrum De Uithof, Den Haag (3/3/2011).
Mereka berdua diundang menghadiri rangkaian program The Hague Bridge sebagai upaya merekatkan berbagai komunitas antar-bangsa, yang bekerja dan tinggal di Den Haag, dengan warga lokal.
Diwawancarai oleh sebuah saluran TV untuk pemirsa di Amerika, Gunaryadi menjelaskan bahwa pemberian hadiah itu sebagai sebuah gesture of friendship dan ungkapan terimakasih kepada Kotapraja Den Haag, yang sangat memperhatikan komunitas internasional di wilayahnya, sekaligus menekankan hubungan sangat baik antara Indonesia dan Belanda.
Dijelaskan juga bahwa sosok Prabu Krishna dalam epik Baratayudha merupakan simbol kebijaksanaan, seorang messenger of peace (pembawa pesan perdamaian, red).
Lanjut Gunaryadi, The Hague Bridge menjadi bukti bahwa it was not a bridge too far merujuk pada orasi militer di Market Garden, Arnhem dalam PD II, yang artinya tak ada yang mustahil dalam menyatukan berbagai komunitas internasional di Den Haag, karena kebhinekaan disatukan oleh kebersamaan dan kemanusiaan.
Sebelumnya dalam acara di Escamp, Den Haag (16/2/2011), delegasi kesenian SIN Wassenaar juga telah mempromosikan Indonesia dengan menampilkan Tari Yapong dan paduan suara.
(es/es)











































