Demo Kejati, Mahasiswa Yogya Jadi Bahan Tertawaan

Demo Kejati, Mahasiswa Yogya Jadi Bahan Tertawaan

- detikNews
Kamis, 27 Mei 2004 13:56 WIB
Yogyakarta - Puluhan mahasiswa dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak), Kamis (27/5/2004) berdemo menuntut Jaksa Agung MA Rahman mundur dan dibongkarnya mafia peradilan. Tapi mereka malah jadi bahan tertawaan karena salah menyebut objek yang didemo.Aksi dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dari kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta di Jalan Ipda Tut Harsono. Dengan menggunakan satu buah mobil bak terbuka dan belasan sepeda motor, mereka berkonvoi dari kampus Harsono menuju kantor Kejaksaan Tinggi Yogyakarta di Jalan Sukonandi.Sekitar pukul 11.00 WIB mereka tiba di halaman kantor Kejati DIY dan langsung menggelar berbagai orasi. Beberapa poster yang dibawa di antaranya bertuliskan "Gantung Para Koruptor", "Ganti MA Rahman dan Bagir Manan", serta membawa sebuah spanduk hitam panjang empat meter bertuliskan "Basmi Mafia Peradilan.Uniknya, pada saat salah seorang mahasiswa IAIN melakukan orasi dengan gaya berapi-api sambil mengepalkan tangan kirinya, dia berkali-kali salah menyebutkan nama kantor Kejaksaan Tinggi Yogyakarta dengan Kejaksaan Agung RI. Meski teman-temannya berteriak untuk mengoreksinya tetap saja dia keliru menyebutnya.Bahkan ibu-ibu pegawai Kejati DIY yang melihat aksi dari balik jendela kaca juga tertawa sambil menyeletuk. "Keliru tuh, bukan Kejaksaan Agung, tapi Kejaksaan Tinggi DIY," begitu koreksi ibu-ibu sambil cengar-cengir.Koordinator aksi Gertak Abdul Muis dalam orasinya mengatakan bahwa rakyat telah capek dengan kata-kata reformasi yang digembar-gemborkan oleh elit politikuntuk menegakkan supremasi hukum, memberantas mafia peradilan dan memberantas koruptor tapi tidak pernah terlaksana. "Hanya omong kosong belaka," tegas Muis.Untuk itu Gertak menilai bahwa untuk memulai memberantas koruptor haru diawali dengan penangkapan terhadap Jaksa Agung MA Rahman. "Kenapa? Sebab perbuatan MA Rahman dengantidak melaporkan harta kekakayaannya nyata-nyata telah mencemarkan seluruh jajaran aparat penegak hukum. Kejaksaan harus menjadi pelopor pemberantasan korupsi di negeri ini," teriak Muis.Selain itu, mereka juga meminta agar aparat penegak hokum berani membongkar mafia peradilan beserta bos-bos mafia dari tempat perlindungannya. "Hukum di negeri ini dapat berjalan bila terbebas dari praktek mafia," demikian teriak Muis.Menanggapi aksi tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi DIY Hartoyo di hadapan peserta aksi mengatakan pihaknya sepakat untuk membongkar danmmberantas korupsi. "Duluketika saya mahasiswa juga seperti Anda dan saya sepakat untuk memberantasnya," katanya.Usai membacakan pernyataan sikap dan menyerahkannya kepada Kepala Kejaksaan Tinggi DIY, mahasiswa langsung membubarkan diri dengan menyanyikan lagu Gugur Bunga dan Bagimu Negeri, sambil menaburkan bunga di depan kantor. Namun ketika hendak membakar sebuah ban, petugas keamanan Kejati DIY melarangnya dan akhirnya dibatalkan oleh mahasiswa. Khawatir diketawain lagi? (nrl/)


Berita Terkait