PKS: SBY Tak Terprovokasi Elite PD

PKS: SBY Tak Terprovokasi Elite PD

- detikNews
Rabu, 09 Mar 2011 10:02 WIB
PKS: SBY Tak Terprovokasi Elite PD
Jakarta - Keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tetap menerima Golkar di koalisi, diyakini akan berdampak pada keputusan SBY terkait posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). SBY dinilai tak akan terprovokasi politisi Partai Demokrat (PD) yang ingin PKS keluar dari koalisi.

"Respon PKS terhadap pertemuan SBY-Ical, adanya kesepakatan prinsip bahwa Golkar tetap di koalisi dan akan dilakukan pembenahan manajemen koalisi pertanda bahwa SBY mengambil keputusan tanpa terpengaruh oleh provokasi dari elite PD," ujar Wasekjen DPP PKS Mahfudz Siddik, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/3/2011).

Hal ini disampaikan Mahfudz menanggapi hasil pertemuan Ketum Golkar Aburizal Bakrie dengan Presiden SBY. Pertemuan ini menyepakati Golkar tetap di koalisi. Ical pun menegaskan Golkar akan tetap kritis di parlemen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PKS menilai evaluasi koalisi yang didorong PD tidak efektif. PD justru diimbau untuk belajar memahami makna koalisi yang hakiki.

"Ini pelajaran penting bagi PD yang selama ini agresif menyerang Golkar dan PKS karena pilihan sikap politiknya dukung usul angket mafia pajak," tutur Mahfudz.

Karenanya, Mahfudz menyarankan agar PD mulai belajar berkomunikasi yang baik dengan mitra koalisi. "Banyak yang harus diperbaiki dari gaya dan cara PD berkomunikasi dengan sesama unsur koalisi. Istilah saya, gaya dan cara komunikasi PD 'Tidak SBY banget gitu loh!'," saran Mahfudz.

Apakah PKS merasa aman dan akan dibiarkan di koalisi seperti Golkar? "Posisi PKS tetap menunggu komunikasi Presiden SBY dengan pimpinan PKS," tutup Mahfudz sambil tersenyum.

Sumber detikcom di internal Setgab koalisi, siang ini Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin akan dipanggil Presiden SBY. Presiden SBY disebutkan oleh sumber tersebut akan memberi wejangan sama seperti Golkar. Posisi PKS disebutkan akan tetap berada di koalisi.

Pertimbangan SBY adalah belum adanya kepastian masuknya PDIP dan Gerindra ke koalisi. Sumber tersebut juga menyebutkan kemungkinan kecil dilakukan reshuffle kabinet.

(van/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads