Mahasiswi Kepala Polisi Meksiko Bebas dari Tahanan Imigrasi Texas

Mahasiswi Kepala Polisi Meksiko Bebas dari Tahanan Imigrasi Texas

- detikNews
Rabu, 09 Mar 2011 08:57 WIB
Mahasiswi Kepala Polisi Meksiko Bebas dari Tahanan Imigrasi Texas
Jakarta - Marisol Valles Garcia (21), mahasiswi yang nekat menjadi kepala polisi di kota paling berbahaya di Meksiko, sempat ditahan di detensi imigrasi El Paso, Texas, AS,setelah kabur dari posnya. Tapi kini dia telah dikeluarkan dari tahanan.

Gustavo de la Rosa Hickerson, pejabat HAM negara bagian Chihuahua, Meksiko, menyatakan, staf Imigrasi El Paso, kota di Texas yang berbatasan dengan Meksiko, telah mewawancarai Garcia pekan lalu untuk mengetahui apakah dia memiliki kekhawatiran yang kredibel untuk meninggalkan negerinya dan mencari suaka ke AS. Garcia telah selesai diproses dan dibebaskan dari sel, sementara kerabat yang menyertainya masih berada di tahanan.

Demikian diberitakan El Paso Times, Selasa (8/3/2011). Hakim imigrasi akan mendengarkan kasusnya, namun tanggal pastinya belum ditentukan.

Di mana Garcia saat ini berada, dirahasiakan. Yang jelas dia berada di AS.

"Pemerintah AS memperlakukan dia dengan lebih penuh pertimbangan," kata de la Rosa Hickerson.

"Dia meminta petugas Imigrasi tidak mengungkapkan di mana dia berada. Dia menjaga agar tetap low profile dan itu dilindungi," imbuhnya.

Garcia, seorang mahasiswi krimonologi dan orangtua tunggal bagi seorang bayi, menjadi kepala polisi di  Kota Praxedis G Guerrero, kota berpenduduk 8.500-10.000 orang, sejak Oktober 2010. Dia merupakan bagian dari percobaan membentuk departemen kepolisian yang lebih banyak melakukan kerja sosial dan memulihkan kepercayaan masyarakat.

Garcia menyatakan, dia tidak akan menanggulangi kejahatan narkoba, sebab itu tugas tentara dan polisi federal. Tugasnya hanya berurusan dengan kejahatan ringan seperti pencurian sepeda, mabuk-mabukan, dan kekerasan rumah tangga. Dia memilih tidak mengenakan seragam polisi dan tidak membawa senjata api. Dia juga menolak pengawalan dan berniat memperbanyak anggota polisi wanita.

Garcia mengajukan izin tidak masuk kerja pada 2 Maret dan seharusnya kembali mengantor pada Senin (7/3/2011). Di sela cuti, beredar kabar dia mendapatkan ancaman pembunuhan dan mencoba mencari suaka ke AS.

Ketika pejabat Kota Praxedis mencoba mengontaknya, selalu tidak nyambung. Akhirnya Walikota Praxedis Jose Luis Guerrero memecatnya pada 7 Maret.

Kartel narkoba Sinaloa dan  Juarez terlibat dalam pertikaian sengit  untuk mengontrol Ciudad Juarez dan wilayah di sekitarnya termasuk Kota Praxedis, yang merupakan kawasan kunci untuk menyelundupkan obat-obatan terlarang ke pasar AS yang menguntungkan. Dengan tingkat pembunuhan yang tinggi, kawasan ini menjadi kawasan paling mematikan di dunia.

(nrl/vit)


Berita Terkait