"Pertempuran masih terjadi sekarang. Pasukan Khadafi menggunakan tank dan ada juga serangan udara sporadis. Namun mereka tidak bisa mencapai pusat kota yang maish dalam kontrol revolusioner," kata salah satu penduduk Libya, Ibrahim.
Menurutnya banyak bangunan yang telah hancur termasuk tempat ibadah masjid. Sekitar 40-50 tank yang ambil bagian dalam penghancuran bangunan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mustafa Askat, seorang pekerja di sebuah kalangan minyak mengatakan satu bom telah menghancurkan pipa air yang berada di Ras Lanuf. Hancurnya pipa tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi kebutuhan air di seluruh kota.
"Kami memiliki rumah sakit yang diisi orang-orang yang sakit. Dan mereka sangat membutuhkan air," imbuhnya.
Atas penggempuran tersebut, para pemberontak pun memberi batas Khadafi untuk segera turun dari singgasananya. "Jika Khadafi meninggalkan Libya dalam waktu 72 jam dan menghentikan semua pemboman maka kami tidak akan menyeretnya dalam pengadilan," ujar pemimpin pemberontakan, Mustafa Abdel Jalil.
(feb/ape)











































