Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (8/3/2011), sekitar 70 personel Satpol PP tampak membongkar lapak-lapak yang terbuat dari kayu. Mereka membawa palu, besi, dan perlengkapan lain.
Setelah dibongkar, kayu-kayu lapak ini diangkut dengan truk sampah. Para pedagang hanya bisa pasrah. Tidak ada aksi protes yang dilakukan para pedagang ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adjie menjelaskan masyarakat sudah protes berkali-kali karena ulah para pedagang ini mengganggu lalu lintas. "Selain itu, adanya lapak liar juga menimbulkan berbagai pungli dan aksi premanisme," tegasnya.
Adjie juga mengimbau agar para pedangang ini berjualan di pasar yang sudah disediakan seperti Pasar jembatan Lima, Pasar Jembatan Dua, pasar penjagalan dan pasar Perniagaan. Semuanya cukup untuk menampung ratusan pedagang dari sini.
"Kita tidak akan merelokasi para pedagang karena mereka adalah pedagang liar," tutupnya.
(rdf/ape)











































