“Kualitas air laut sudah membaik. Secara kasat mata, warna air laut kembali biru dari yang tadinya kecoklatan,” kata Penanggungjawab Laboratorium Balai Karantina Ikan Ngurah Rai Putu Eka Sudaryatma kepada wartawan melalui telepon, Selasa (8/3/2011).
Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan lagi air kecoklatan di sepanjang pantai Kuta. Sebelumnya, garis pantai Kuta sepanjang 100 meter, tercemar bakteri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan bakteri yang sempat mencemari pantai Kuta pada pekan lalu merupakan bakteri yang biasa terdapat di laut. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak bisa merusak ekosistem laut, terutama membunuh plankton yang ada.
Dari hasil penelitian, disebutkan kepadatan bakteri itu mencapai di atas 10 pangkat 6 colony form unit (CFU) per mili liter air laut sehingga membuat air laut tercemar dan berubah warna menjadi coklat.
Kondisi tersebut akan normal dengan sendirinya, yaitu bergantung pada recovery alam. Waktu pemulihan berkisar antara tiga sampai empat hari.
(gds/ape)










































