"Miftahudin pernah divonis menderita tumor. Tapi saya tidak tahu pasti penyakitnya," ujar Siti kakak Miftahudin kepada wartawan, Selasa (8/3/2011).
Sejak dilahirkan Miftah sudah harus kehilangan ibunya, penderitaan semakin bertambah saat 3 tahun lalu sang ayah juga dipanggil sang kholik. Miftah kini tinggal bersama Siti di Gg Masar 1 RT 04/03 Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya Miftah bisa berjalan, bahkan mengendarai sepeda kecilnya," ungkap Siti.
Kondisi Miftah memburuk kata Siti,sejak 3 tahun lalu. Kaki kirinya lumpuh, karena lututnya tak bisa diluruskan, jari telunjuknya terlipat hampir tak tampak karena bengkak. Kaki itu tampak bengkak dan gosong hingga batas paha, beberapa bintik hitam juga tampak di sekitar lututnya.
"Saya juga sedih melihatnya," kata Siti.
Kini Miftah sudah tak bisa lagi bersekolah. Ia hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 2 SD. Siti yang memiliki suami seorang pekerja bengkel mengaku tidak memiliki biaya untuk membawa Miftah ke rumah sakit.
"Saya tidak ada biaya untuk membawa Miftah ke rumah sakit. Suami saya cuma bekerja di bengkel," jelasnya lirih.
Ketika ditemui tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Miftah. Menurut Siti, Miftah memang tidak banyak bicara. "Dia memang pendiam," imbuh Siti sedih.
(did/ndr)











































