Jubir Presiden: Kisruh Koalisi Bukan dari Kepresidenan

Jubir Presiden: Kisruh Koalisi Bukan dari Kepresidenan

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2011 19:14 WIB
Jakarta - Hiruk pikuk terkait komposisi koalisi dan reshuffle terdengar keras belakangan ini. Jubir Presiden menegaskan, kekisruhan tidak dimunculkan oleh pihak Kepresidenan.

"Yang membuat kisruh kan sebetulnya media, yang jelas bukan dari pihak kepresidenan yang membuat kisruh," ujar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Wisma Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (8/3/2011).

Dia menambahkan, berita menjadi ramai di luar akhir-akhir ini. Pihak Istana pun mengikuti dan mendengarkannya sebagai analisa. "Yang pasti perkembangan dinamika, pembicaraan ulasan di luar berkembang cepat melampaui keadaan di dalam," imbuh dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Julian, Presiden SBY mengutamakan kepentingan yang lebih besar dalam menentukan semua langkah terkait komposisi koalisi maupun reshuffle kabinet. Jika ada dinamika politik, ada perbedaan pandangan, persepsi atau dinamika
di dalam partai koalisi tentunya satu hal yang lain.

"Yang menjadi pertimbangan Bapak Presiden adalah mengutamakan mengedepankan
kepentingan bangsa, kepentingan rakyat," ucap dia.

Misteri bertahan atau tidaknya Golkar di dalam koalisi akhirnya terjawab sudah. Setelah Ketua Umum Partai Golkar AburizalBakrie dengan SBY, Golkar memastikan akan tetap berada di koalisi. Sementara itu, Gerindra yang santer disebut akan masuk koalisi, telah mengajukan syarat melalui surat tertulis. Namun, surat itu hingga sekarang tak dibalas SBY. Jika tak mendapat balasan, Gerindra siap jadi oposisi kritis.

Sedangkan PKS mendadak melunakkan sikap. PKS tiba-tiba menawarkan rekonsiliasi koalisi di tengah terjangan isu evaluasi koalisi. Padahal sebelumnya, Sekjen PKS Anis Matta berulangkali menegaskan kesiapan PKS menjadi partai oposisi.

(vit/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini