Salah satu mahasiswa asal Libya, Hasan Ahmad, mengaku tidak terlalu khawatir dengan kondisi di negaranya. Berdasarkan kontak dengan keluarga, kondisi di Libya normal. Hanya di beberapa wilayah saja, yang bermasalah.
"Saya malah heran, kenapa beritanya begitu hebatnya. Padahal biasa saja," kata mahasiswa Pascasarjana Teknik Sipil Undip ini saat ditemui di kampus Pleburan, Selasa (8/3/2011).
Namun, Hasan mengaku saat ini mahasiswa Libya di Semarang sama sekali tidak terpengaruh berita-berita seputar negaranya. Mereka lebih memercayai informasi dari pihak keluarga di sana.
Satu-satunya yang dikeluhkan, adalah keterlambatan transfer uang dari keluarga. "Biasanya selalu tepat waktu, tapi akhir-akhir ini sering terlambat," ungkapnya.
Hasan tinggal di Semarang selama 4 bulan ini. Ia berencana menempuh studi selama satu tahun di Undip.
Tak ada data pasti jumlah mahasiswa asal Libya di Semarang. Namun, Hasan memperkirakan jumlahnya kurang lebih 70 orang. "Mereka ambil studi di beberapa universitas di sini," tutupnya.
(try/rdf)











































