Dumai Langka BBM

Dumai Langka BBM

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2011 18:26 WIB
Dumai Langka BBM
Dumai - Kelangkaan BBM terus menyebar ke sejumlah kabupaten di Riau. Kini giliran Kota Dumai yang berada di tepi pantai timur Sumatera ini mengalami kelangkaan premium. Sejumlah kendaraan mengantre panjang di beberapa SPBU di Kota Dumai.

Kota Dumai, letaknya 200 km arah utara dari Pekanbaru. Kota ini dikenal juga sebagai tempat gudangnya Pertamina. Kota pelabuhan ini terdapat unit pengolahan minyak milik Pertamina. Kendati gudangnya BBM, kelangkaan tetap saja terjadi terhitung Selasa (8/3/2011).

Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat terlihat di SPBU di Jl Sultan Syarif Kasim di Dumai. Ratusan kendaraan sudah mengantre sejak pagi hingga siang. Minimal konsumen mengantre selama 1 jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sejak pagi ingin mengisi premium, namun sejumlah SPBU kebanyakan tutup. Walhasil kita mesti ikut antrean panjang di SPBU yang masih menyediakan premium. Padahal kemarin kondisi SPBU masih berjalan normal," kata Eko Rusmaidi, seorang pengantre.

Keterbatasan stok BBM di Dumai ini, mulai merasahkan warga setempat. Warga sampai siang ini terus berduyun-duyun menyerbu SPBU yang masih menyediakan premium. Masyarakat khawatir, bila kelangkaan BBM ini akan terus berlanjut sampai berhari-hari.

"Kita sangat khawatir bila kondisi kelangkaan BBM ini terus berlanjut seperti yang terjadi di Pekanbaru dan sejumlah kabupaten lainnya. Mau tidak mau, kita harus ikut antre untuk dapat membeli jenis BBM premium," kata Ridho Anshor warga lainnya.

Sementara itu, sejumlah pemilik SPBU di Dumai, mengaku sejak kemarin pasokan premium dari Pertamina sudah mulai berkurang. Pelayanan untuk penjualan BBM jenis premium sejak siang kemarin tidak lagi mendapatkan pasokan tambahan sebagaimana biasanya.

"Kami tidak tahu pasti apa penyebabnya. Namun yang jelas sejak sore kemarin kita sudah tidak mendapat tambahan pasokan BBM jenis premium. Akibatnya, SBPU kita kehabisan stok," kata Hendro petugas SPBU di Dumai.

Guna mengantisipasi keributan yang terjadi saat antrean panjang, sejumlah personel kepolisian berjaga-jaga di SPBU. Terlihat di setiap SPBU minimal dijaga ketat 3 orang petugas Polri.

Akibat keterbatasan premium ini, harga ditingkat eceran pun mendadak naik menjadi Rp 10 ribu per liter dibanding hari biasa hanya Rp 6 ribu/ liter. Pedagang minyak eceran ini memanfaatkan kondisi kelangkaan premium untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Masyarakat yang tidak ingin antre, maka sasaran utamanya adalah pedagang eceran. Walau harganya dinilai selangit, tetap saja warga memilihnya dari pada ikut antrean berjam-jam lamanya.
(cha/gus)


Berita Terkait