PKB Dukung Wiranto, Gus Dur Biarkan Dirinya Dikudeta
Kamis, 27 Mei 2004 11:15 WIB
Jakarta - Gus Dur abstain dalam rapat pleno DPP PKB yang memutuskan untuk mendukung duet Wiranto dan Gus Solah. Ketua Dewan Syuro PKB itu tidak menggunakan wewenangnya untuk memveto keputusan tersebut. Kenapa?"Gus Dur membiarkan dirinya dikudeta," begitu komentar pengamat politik Arbi Sanit menanggapi sikap Gus Dur tersebut. "Gus Dur pura-pura tidak tahu. Dewan Syuro kan penentu. Sekarang diambil alih pengurus harian."Sikap Gus Dur ini, menurut Arbi, adalah bentuk kebingungan Gus Dur. "Ini bentuk kebingungan. Gus Dur kan ngotot jadi capres, dan gagal. Akhirnya ya membiarkan PKB mengambil keputusan mendukung capres Golkar," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia ini kepada detikcom, Kamis (27/5/2004).Menurut Arbi, sejak keluarnya UU Pemilu sebenarnya peluang Gus Dur untuk lolos sebagai calon presiden sudah tertutup. Tapi Gus Dur tetap memutuskan maju sebagai capres. Keputusan ini lah yang harus dibayar Gus Dur sekarang, yakni dalam posisi serba sulit."Kenapa dia tidak menyerah sejak awal, dan menjadikan orang lain sebaga capres. Menjadi kingmaker. Misalnya menjadikan Gus Solah sebagai capres PKB. Dengan demikian PKB bersatu. Dan kekuatan yang diperoleh dalam pemilu legsilatif bisa diteruskan dalam pemilihan presiden."Jadi, Gus Dur merasa salah langkah dan akhirnya membiarkan PKB mendukung capres Partai Golkar Wiranto? "Ya, ini namanya strategi bingung," jawab Arbi Sanit sambil tertawa.
(gtp/)











































