Kepala CGI: Usir Sidney Jones akan Rusak Reputasi RI
Kamis, 27 Mei 2004 09:51 WIB
Jakarta - Direktur International Crisis Group (ICG) Biro Jakarta, Sidney Jones, yang rajin merilis aksi terorisme Jamaah Islamiyah (JI) di Indonesia, mengaku terancam diusir pemerintah Indonesia.Gareth Evans, kepala ICG pusat yang berbasis di Brussel menyatakan, jika pengusiran itu terjadi, maka justru akan merusak reputasi Indonesia. Evans yang juga mantan Menteri Luar Negeri Australia itu menyatakan, dia memiliki kepercayaan penuh pada kompetensi dan integritas Jones, sehingga dia terbuka untuk mendiskusikan keluhan apa pun dari Indonesia yang mendasari "pengusiran" oleh Indonesia. Demikian dirilis Radio Australia, Kamis (27/5/2004).Soal pengusiran itu diungkapkan oleh Sidney Jones Rabu kemarin. Dia menyatakan, dirinya mendapat "tuduhan-tuduhan serius" dalam pertemuan antara Badan Intelijen Nasional (BIN) dan Komisi I DPR pada Selasa lalu.Mengutip pernyataan Menlu Hassan Wirajuda, Jones menyatakan laporan-laporan ICG bias dan pemerintah berhak mengusir siapa saja yang diinginkannya. Sidney menyatakan, pemerintah Indonesia telah menolak memperpanjang izin kerja bagi staf asing ICG. Menurutnya, alasan penolakan itu tidak disebutkan.Sedangkan Kapolri Jenderal Dai Bachtiar menyatakan, telah menerima masukan dari BIN mengenai persoalan Sidney. Tapi pihaknya tidak akan gegabah mengambil tindakan kecuali telah terdapat bukti kuat.
(nrl/)











































