Tahap final kompetisi ini menyisakan 30 finalis dari sekitar 1.800 peserta. Para finalis yang berasal dari 7 kota se-Indonesia ini akan melanjutkan lomba dengan hadiah berupa beasiswa, traveling, serta tabungan senilai lebih dari Rp 100 juta.
Salah satu di antara mereka adalah Marsha Nadhira P. Siswi kelas 5 SD Tarakanita, Patal Senayan, Jakarta Pusatini sangat senang berhasil ke babak final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soalnya batik masih jarang digunain. Jadi pingin memperkenalkan batik ke Indonesia dan seluruh dunia," ucap anak kedua dari pasangan Shinta Luhia dan Tony ini, usai ia dan finalis lainnya dipertemukan dengan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2011).
Tahun 2010 lalu, tutur bocah berambut panjang tersebut, ia juga menjadi juara dua lomba ICT Award 2010 (INAICTA) di JCC. Marsha membuat karya pembelajaran tentang metamorfosis dengan power point.
Marsha mengaku belajar komputer sejak taman kanak-kanak melalui kakaknya. Namun tidak setiap saat berada di depan komputer sebab harus mengatur waktu dengan jam belajarnya.
Marsha bertekad untuk memenangkan perlombaaan Jagoan Cerdas 2011 ini supaya dapat jalan-jalan ke Universal Studio, Singapura. Namun, impian utamanya di masa mendatang adalah dapat membuat software sendiri.
Lain Marsha, lain pula Adrian. Siwa kelas 5 SDN Cibeureum Mandiri, Cimahi, Bandung, Jawa Barat (Jabar) ini, mempunyai bakat yang sudah cukup terasah dalam bidang seni musik. Adrian mahir memainkan gendang.
Adrian sering menjuarai lomba bermain musik dari tingkat sekolah hingga timhkat provinsi. Ia juga pernah memecahkan rekor bermain gendang nonstop selama enam jam dalam sebuah pagelaran musik di Bandung.
Adrian belajar bermain gendang secara otodidak. "Aku belajar dengan melihat ayah bermain gendang, lalu dengerin kaset juga," katanya.
Kalau menang uangnya buat apa? "Ingin memperbaiki rumah nenek. Rumah nenek sudah reyot," ucap Adrian.
(irw/lh)










































