"Yang pasti kita akan bertemu dulu setelah itu baru akan kita putuskan apakah tetap atau akan di luar," kata pria yang akrab disapa Ical ini saat menggelar jumpa pers di Hotel The Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/3/2011).
Meski begitu, Ical tetap menegaskan, jika manuver-manuver yang dilakukan Golkar selama ini memang membuat gerah pemerintah, Golkar siap keluar dari koalisi. "Kalau keberadaan Golkar dianggap tidak nyaman, kita bisa diluar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama masih dalam komitmen itu, kita akan tetap bersama," kata Ical.
Sementara itu soal pertemuan dengan Ketua DPD Golkar seluruh Indonesia, Ical mengatakan ada tiga kesimpulan. Pertama, semua sepakat orientasi Partai Golkar untuk kesejahteraan rakyat.
"Kedua, semua sepakat keterlibatan koalisi pemerintahan bukan hanya sekadar mempertahankan kekuasaan tapi ada tujuan yang lebih mulia yaitu masalah rakyat. Ketiga, kita harapkan koalisi pembicaraannya terletak pada komitmen bersama untuk mengawal pemerintahan secara benar dan konstruktif," kata Ical.
Ical juga mengatakan, selain tiga kesimpulan tersebut, ada juga sejumlah usulan dari daerah-daerah. Usulan itu antara lain meninggalkan koalisi, tetap di koalisi tapi ditegaskan soal posisi dan tujuan koalisi, dan menyerahkan nasib Golkar ada Ketua Umum.
"Selama untuk kepentingan rakyat dan pemenangan Partai Golkar di 2014," kata Ical.
(ken/nrl)










































