"Jelas bahwa Prancis, Inggris dan AS saat ini sedang berhubungan dengan para pembelot di Libya timur. Itu artinya ada konspirasi untuk memecah Libya," ujar Kussa seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (8/3/2011).
Sebelumnya pemerintah AS mengakui kalau pihaknya kini tengah melakukan kontak dengan oposisi baik kelompok maupun individu-individu di Libya. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mempelajari sebanyak mungkin mengenai oposisi Libya.
Washington pun mempertimbangkan untuk mempersenjatai oposisi Libya. Namun untuk saat ini, hal itu masih terlalu dini untuk dilakukan.
"Mengenai masalah mempersenjatai, menyediakan senjata-senjata, itu salah satu dari berbagai opsi yang tengah dipertimbangkan," ujar juru bicara Gedung Putih Jay Carney.
"Kami sedang mengejar sejumlah saluran untuk melakukan pembicaraan dan diskusi dengan oposisi, kelompok-kelompok dan individu, seiring kami mencoba mempelajari apa yang mereka kejar, apa yang mereka inginkan," tutur Carney.
(ita/nrl)











































