Marisol Valles Garcia, Mahasiswi yang Tak Bertampang Polisi

Marisol Valles Garcia, Mahasiswi yang Tak Bertampang Polisi

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2011 14:05 WIB
Marisol Valles Garcia, Mahasiswi yang Tak Bertampang Polisi
Ciudad Juarez - Melihat Marisol Valles García bagaikan melihat mahasiswi pada umumnya. Tak ada garis-garis sangar di wajahnya sebagaimana polisi di Meksiko lazimnya.

Tapi di balik kemudaannya, dia sukses memikat wartawan seantero dunia untuk jauh-jauh mewawancarainya. Sebab dia adalah satu-satunya orang yang bersedia mengemban tugas sebagai kepala polisi di Kota Praxedis G. Guerrero. Kota Praxedis adalah sebuah kota perbatasan Meksiko-AS yang diperebutkan dua geng narkoba Juarez dan Sinaloa sebagai jalur penyelundupan ke AS.

Wajar tidak ada yang berani mengambil posisi kepala polisi kota itu. Sebab warga kota berpenduduk 8.500 orang itu masih trauma dengan tewasnya kepala polisi sebelumnya dengan cara dipenggal. Selama setahun posisi kepala polisi lowong sebelum diisi oleh Marisol Valles Garcia pada Oktober 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan itu berusia 20 tahun saat dilantik sebagai kepala polisi. Pada Januari 2011, dia genap 21 tahun.

Setiap inci dari penampilannya, tak memperlihatkan dia adalah kepala polisi di salah satu kota paling keras di Meksiko. Apalagi dia juga memilih tidak mengenakan seragam polisi dan tidak bersenjata api. Dia mengenakan pakaian sehari-hari sebagaimana saat dia kuliah di jurusan kriminalogi, seperti celana jeans dan kaos biru.

Kepada wartawan New York Times yang mewawancarainya pada Januari 2011, Garcia menyatakan tugasnya tidak berkaitan dengan perdagangan narkoba. Menurutnya itu sebaiknya ditangani polisi federal dan tentara. Dia hanya fokus pada pencegahan kejahatan dan penanganan kejahatan ringan seperti mabuk-mabukan, pencurian sepeda atau kekerasan rumah tangga.

Garcia bukannya tak takut dengan penculikan dan pembunuhan yang menimpa para polisi. Bandit tidak pandang bulu memilih korban, lelaki atau perempuan sama saja.  "Ya, ini mengkhawatirkan. Tetapi pada saat yang sama saya selalu melihat harapan dalam apa yang kita lakukan," ujarnya seperti dilansir New York Times edisi 4 Maret 2011.

Tapi rupanya, meski dirinya tidak mengurusi kejahatan obat bius, tetap saja keselamatannya terancam. Orangtua tunggal bagi bayi lelaki 8 bulan itu mengambil cuti 3 hari sejak 2 Maret dengan alasan bayinya sakit. Seharusnya dia sudah mengantor kembali pada Senin 7 Maret. Tapi tidak juga dia muncul, sehingga Walikota setempat tanpa ampun langsung memecatnya.

Sementara itu, beredar kabar dia menyeberang ke Texas, AS, untuk mencari suaka. Dia dikabarkan mendapatkan ancaman pembunuhan dari kartel narkoba bila dia menolak diajak bekerjasama. Namun tidak ada satu pun pejabat Kota Praxedis maupun aktivis HAM setempat yang mampu mengontaknya. Keberadaannya misterius.

New York Times menyebut penunjukan Garcia, seorang mahasiswi muda menjadi kepala polisi di kota sangat berbahaya itu, sebagai eksperimen. Dan eksperimen itu kini telah gagal.

"Percobaan dalam penegakan hukum di sebuah kota perbatasan yang dicabik obat bius, berakhir Senin ketika kepala polisi 20 tahun itu dipecat setelah gagal muncul untuk bekerja," tulisnya.

(nrl/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads