Dorodjatun: Perlu Modal Besar Untuk Bangkitkan PT DI
Kamis, 27 Mei 2004 00:50 WIB
Bandung - Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjorojakti mengakui, perlu modal dan investasi besar untuk "menyembuhkan" dan membangkitkan kembali industri dirgantara di PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Pemerintah akan menilai dulu hasil restukturisasi tahun pertama yang sedang dilakukan untuk kemudian menentukan langkah selanjutnya.Demikian dikemukakan Dorodjatun kepada pers, dalam kunjungannya ke PT DI di Bandung, Rabu (26/5/2004). Dalam kesempatan mengunjungi kompleks PT DI itu, Dorodjatun menyaksikan sendiri proses pembuatan sejumlah pesawat CN-235 dan helikopter dan kemudian melangsungkan pertemuan tertutup dengan jajaran direksi BUMN itu.Menurut Dorodjatun, restrukturisasi tahun pertama di PT itu akan sangat menentukan masa depannya. "Saya datang ke PT DI untuk melihat secara langsung efek dari restrukturisasi karyawan yang memang biayanya memang mahal sekali," katanya.Secara umum dari pengamatannya sekilas, Dorodjatun mengaku senang melihat perkembangan PT DI. "Saya melihat semua bisa bekerja dan juga langsung mengerjakan order yang datang," tuturnya.Dari kalkulasi dana yang sudah dikeluarkan untuk restrukturisasi karyawan seluruh BUMN, pemerintah menurutnya mengeluarkan dana tak kurang dari 171 juta dollar AS. "Kebanyakan untuk BUMN yang perlu restrukturisasi dan perampingan karena overhead cost yang besar," katanya.Khusus terhadap keberadaan PT DI sendiri, Dorodjatun menilai dulu didirikan karena memang proyeknya besar dan pasarnya luas. Namun sejalan dengan krisis ekonomi di Asia yang juga telah berimbas ke sektor penerbangan, bukan hanya airline saja yang terkena. Industri pembuatan pesawat (aircraft industry) menurutnya juga terkena dampak krisis yang cukup berat. "Kalau mau sembuh betul, bukan hanya perlu dokter. Dari perusahaan itu sendiri harus ada tekad untuk keluar dari krisis. Untuk modal kerja ke depan juga harus mulai dicari," tegasnya.Untuk itu, direksi dan juga komisarisnya harus berani di dalam memutuskan aset bukan inti dan selanjutnya juga mencari modal kerja.
(mmi/)











































