Seutas selempang tampak melekat di kain batik warna-warni yang mereka pakai, lengkap dengan nomor peserta berbentuk bulat di ujungnya. Selempang merah itu bertuliskan "Finalis Jagoan Cerdas Indonesia."
Ya, 30-an anak tersebut adalah finalis yang lolos seleksi "Jagoan Cerdas Indonesia", sebuah ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh Koran Anak Berani bersama Clevo. Namun, cerdas di sini bukan dalam arti akademik, melainkan berbakat dalam bidang kesenian, sastra, olah raga, dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu dikatakan dia usai mendampingi para finalis bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Selasa (8/3/2011). Sebelumnya, seluruh finalis tersebut juga berunjuk kebolehan di depan Wapres.
"Anak-anak ini ada yang berbakat memainkan musik Sunda, nyinden. Kemudian ada yang pintar baca puisi, menulis cerpen, dan lain sebagainya. Bagus-bagus, luar biasa," sambung Henny.
Henny menuturkan, 30 peserta yang masuk babak final ini diseleksi dari total 1.800 peserta di seluruh Indonesia. Ke-30 peserta tersebut berasal dari 7 kota antara lain Makassar, Cirebon, Salatiga, dan Bogor.
"Ini usia SD. Jadi mereka ini yang datang dari kelas 1 sampai kelas 6. Ada yang termuda 6,9 tahun. Yang tertua 12 tahun. Jadi mereka boleh dikata sungguh anak-anak, ya," ucap perempuan berambut panjang ini.
Selanjutnya, jelas Henny, anak-anak itu akan dikarantina selama 5 hari ke depan. Akan tetapi, karantina itu lebih diartikan sebagai sekolah informal bagi mereka.
Selama masa karantina, anak-anak tersebut akan menampilkan bakat dan kepandaian yang mereka miliki di depan penonton. Selain itu, tim juri juga akan melakukan psikotes serta menggali kecerdasasan mereka secara interpersonal.
"Untuk juara 1 dan favorit mereka akan dapat beasiswa sekolah selama kelas 1 sampai 3 SMP dari sekolah Jubilee. Jubilee sangat mendukung sehingga anak-anak dapat kesempatan sekolah di tempat yang baik," cetus Henny.
(irw/gun)











































