Anak-Anak Finalis Jagoan Cerdas 2011 Bertemu Wapres

Anak-Anak Finalis Jagoan Cerdas 2011 Bertemu Wapres

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2011 13:34 WIB
Anak-Anak Finalis Jagoan Cerdas 2011 Bertemu Wapres
Jakarta - Suasana di Gedung II Istana Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pagi ini lain dari biasanya. Ruangan besar di gedung itu dipenuhi oleh anak-anak berusia 6-12 tahun.

Seutas selempang tampak melekat di kain batik warna-warni yang mereka pakai, lengkap dengan nomor peserta berbentuk bulat di ujungnya. Selempang merah itu bertuliskan "Finalis Jagoan Cerdas Indonesia."

Ya, 30-an anak tersebut adalah finalis yang lolos seleksi "Jagoan Cerdas Indonesia", sebuah ajang  kompetisi yang diselenggarakan oleh Koran Anak Berani bersama Clevo. Namun, cerdas di sini bukan dalam arti akademik, melainkan berbakat dalam bidang kesenian, sastra, olah raga, dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini mengumpulkan anak-anak yang mempunyai kemampuan macam-macam untuk memberi mereka panggung kecil. Kami ingin mengantarkan mereka agar dengan bakat-bakat dan kepandaiannya itu, mereka semakin sadar bahwa mereka adalah anak-anak berpotensi dan berpengaruh di masa depan," kata Ketua Umum Pelaksana Pemilihan Jagoan Cerdas Indonesia 2011, Henny Witdarmono.

Hal itu dikatakan dia usai mendampingi para finalis bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di  Istana Wapres, Selasa (8/3/2011). Sebelumnya, seluruh finalis tersebut juga berunjuk kebolehan di depan Wapres.

"Anak-anak ini ada yang berbakat memainkan musik Sunda, nyinden. Kemudian ada yang pintar baca puisi, menulis cerpen, dan lain sebagainya. Bagus-bagus, luar biasa," sambung Henny.

Henny menuturkan, 30 peserta yang masuk babak final ini diseleksi dari total 1.800 peserta di seluruh Indonesia. Ke-30 peserta tersebut berasal dari 7 kota antara lain Makassar, Cirebon, Salatiga, dan Bogor.

"Ini usia SD. Jadi mereka ini yang datang dari kelas 1 sampai kelas 6. Ada yang termuda 6,9 tahun. Yang  tertua 12 tahun. Jadi mereka boleh dikata sungguh anak-anak, ya," ucap perempuan berambut panjang ini.

Selanjutnya, jelas Henny, anak-anak itu akan dikarantina selama 5 hari ke depan. Akan tetapi,  karantina itu lebih diartikan sebagai sekolah informal bagi mereka.

Selama masa karantina, anak-anak tersebut akan menampilkan bakat dan kepandaian yang mereka miliki di depan penonton. Selain itu, tim juri juga akan melakukan psikotes serta menggali kecerdasasan mereka secara interpersonal.

"Untuk juara 1 dan favorit mereka akan dapat beasiswa sekolah selama kelas 1 sampai 3 SMP dari  sekolah Jubilee. Jubilee sangat mendukung sehingga anak-anak dapat kesempatan sekolah di tempat yang baik," cetus Henny.

(irw/gun)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads