Aksi itu digelar di sepanjang kawasan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (4/3/2011). Dalam aksi, mereka mengajak warga Yogyakarta yang ditemui di kawasan jantung Kota Gudeg ini untuk saling menyapa dan mengucapkan "Selamat hari perempuan".
Selain mengusung berbagai poster dan spanduk, di kedua pipi para peserta yang sebagian besar perempuan itu dicat warna merah bergambar lambang perempuan dan jantung hati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta kemudian mengajak salaman dan berpelukan. Namun ada pula warga yang ragu-ragu dan tidak mau ketika hendak dipeluk peserta. Mereka akhirnya hanya mengajak bersalaman dan saling berjabat tangan.
Usai melakukan aksi tersebut, massa kemudian mendatangi gedung DPRD DIY untuk melakukan orasi. Koordinator aksi Sukiratnasari mengatakan pihaknya menyatakan menolak bila kaum perempuan hanya disebut 'konco wingking' atau teman di belakang atau dapur saja, namun harus ada kesetaraan.
"Kami juga menolak segala bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan terutama bagi difabel," katanya.
Di gedung dewan, massa ditemui Esti Wijayanti anggota DPRD DIY dari Fraksi PDIP. Saat menemui peserta aksi, Esti menyatakan perjuangan kesetaraan terhadap hak-hak perempuan tidak hanya dilakukan kaum perempuan saja tapi semua pihak harus mendukung.
"Dan soal PRT, TKW pemerintah juga harus ikut bicara, bukan hanya kita saja," kata Esti.
Usai membacakan dan menyerahkan pernyataan sikapnya, massa melanjutkan aksi menuju Simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta. Di sepanjang jalan Malioboro juga melakukan aksi simpatik untuk bersalaman, berpelukan sambil mengucapkan, "Selamat hari perempuan!"
(bgs/fay)










































