Dibuka Tender Perpanjangan Landasan Husein Sastranegara
Rabu, 26 Mei 2004 23:40 WIB
Bandung - Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Herli yang baru dilantik Rabu (26/5/2004) mengungkapkan bahwa Menhub sudah meminta pihaknya segera membuka tender perpanjangan landasan Husein Sastranegara Bandung. "Hanya tinggal pelaksanaan teknis saja," katanya ketika ditemui usai pelantikannya di Gedung Sate, Jl Diponegoro Bandung, Jawa Barat. Dirinya mengungkapkan, proyek perpanjangan landasan Husein Sastranegara ditargetkan memakan waktu 10-11 bulan. "Kita sudah mengajukan anggaran ke Menteri dan sekarang di sana sudah siap. Yang tinggal hanya proses administrasi saja," kata Herli. Dalam waktu dekat, menurut Herli, pihaknya akan membahas secara teknis proyek tersebut dengan Dirjen Perhubungan Udara. Setelah pembahasan itu, proyek akan ditenderkan. Pihak Dishub Jawa Barat mengajukan anggaran Rp 100 miliar khusus untuk perpanjangan landasan Husein Sastranegara. "Dana itu untuk perpanjangan landasan hingga 250 meter. Kalo ternyata yang disetujui untuk perpanjangan 120 meter saja tidak masalah berapapun ukurannya," katanya. Untuk proyek tersebut, Herli memaparkan bahwa pemerintah pusat melalui Departemen Perhubungan hanya mengongkosi perpanjangan landasan saja. Sementara pembuatan terminal tambahan dikerjakan oleh PT Angkasa Pura. "Pemprov Jabar hanya membiayai pembebasan lahannya. Sedang dipersiapkan dalam ABT tahun ini. Anggarannya diperkirakan mencapai Rp 12 miliar," kata Herli. Dirinya membantah bahwa pemotongan Gunung Bohong di Kotif Cimahi yang disebut-sebut sebagai obstacle (penghalang) ketika landasan diperpanjang, termasuk dalam proyek tersebut. "Belum ada rencana konkrit untuk pemotongan Gunung Bohong," kata Herli. Dana Rp 100 miliar tersebut tidak termasuk untuk pemotongan Gunung Bohong, dana tersebut menurutnya hanya diperuntukkan untuk perpanjangan landasan. Dirinya menegaskan bahwa pemotongan Gunung Bohong belum menjadi prioritas. "Rapat terakhir menunjukkan hal itu tidak terlalu mendesak untuk dilakukan," katanya. Dirinya membantah bahwa Gunung Bohong yang berada di sebelah barat landasan pacu searah dengan arah perpanjangan landasan Husein Sastranegara akan menjadi obstacle bagi pesawat yang akan mendarat atau lepas landas. "Secara teknis, keberadaan Gunung Bohong belum menjadi obstacle yang cukup tinggi. Apalagi dengan adanya levelling (perataan ketinggian landasan) yang juga termasuk pembenahan landasan Husein, malah tingkat kesulitannya/obstacle makin berkurang," kata Herli. Levelling yang akan dilakukan, sebelumnya dari 3,4 meter menjadi 0,8 meter. Dengan perpanjangan landasan dilakukan ke arah barat. "Kalau sudah diperpanjang pesawat bisa mendarat/lepas landas ke arah barat atau timur. Pilotnya tinggal pilih saja," kata Herli.
(jon/)











































