"Itu hanya gertak pada SBY agar mendapat konsesi yang lebih besar, tambahan menteri. Dia lagi memojokkan SBY, karena dia tahu SBY takut kalau Golkar keluar dari koalisi," terang pengamat politik Arbi Sanit saat dihubungi, Selasa (8/3/2011).
Menurut Arbi, Golkar tidak perlu pakai acara pidato politik dan membuat forum, seandainya benar ingin keluar koalisi. "Mau jadi oposisi keluar saja, jangan diomongin," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat Pilpres 2009, Golkar itu kan kalah, tetapi tetap masuk koalisi. Dulu saat SBY-JK juga Golkar kalah tetapi ikut gabung juga," imbuhnya.
SBY, lanjut Arbi, lebih berniat mengeluarkan PKS dari koalisi. Nah, Golkar memanfaatkan momen ini untuk menggertak SBY. "Kita tahu SBY tidak suka menghadapi risiko, dia safety player jadi ingin dukungan politik yang kuat di DPR," kata dia.
"Padahal Golkar dan PKS jelas merusak koalisi. Juga kalau dihitung koalisi tanpa PKS dan Golkar, dan dengan hitungan Gerindra masuk koalisi, posisi pemerintah tetap aman. Jumlah suara di DPR 286 kursi, kalau voting dan semua hadir tetap menang," imbuh dia.
(ndr/asy)










































