Di Jawa Barat, Pemilih Bertambah 10 Persen
Rabu, 26 Mei 2004 21:21 WIB
Bandung - Masa pendaftaran pemilih susulan untuk pemilu pilpres yang dibuka sejak 22 Mei 2004 berakhir Selasa, 25 Mei 2004. Hasilnya terjadi penambahan rata-rata 10 persen untuk setiap daerah pemilihan di Jawa Barat. Sementara, hingga Rabu (26/5/2004) belum ada satupun tim sukses capres dan cawapres di tingkat propinsi mendaftarkan diri. Hal itu diungkapkan Kabag Hukum dan Humas Propinsi KPUD Jabar Heri Suherman di Sekretariat KPU Jl Garut, Rabu (26/5/2004). "Hasilnya tidak jauh dari perkiraan angka real 24,5 juta pemilih tetap pada Pemilu Legislatif 2004," katanya. Dirinya menuturkan, kendati rata-rata penambahan pemilih mencapai 10 persen data yang diperoleh pihaknya terjadi penambahan sekitar 2,5 juta pemilih baru. Sementara untuk masing-masing daerah pemilihan di Jawa Barat penambahannya berkisar antara 5-20 persen. "Penambahan terbesar hingga 20 persen terjadi di Kabupaten Ciamis. Ternyata banyak warga yang pulang kampung dan memutuskan memilih di kampung halamannya," kata Heri. Heri mengungkapkan bahwa seluruh Anggota KPUD Jabar termasuk Ketuanya sejak Senin (24/5/2004) memantau ke daerah-daerah untuk melihat pemrosesan data pemilih. Sementara, lanjutnya, hasil pendataan sendiri masih berada di PPS. Dirinya memperkirakan baru 28 Mei 2004 data tersebut baru akan diterima KPUD Jabar. "Tanggal 30 Mei 2004 harus sudah tuntas jadi DPT," katanya. Sementara itu, dirinya juga mengungkapkan bahwa belum ada satupun Tim Kampanye Tingkat Propinsi Capres/Cawapres yang mendaftarkan diri. Padahal Rabu ini, menurut Heri merupakan batas terakhir pendaftarannya. "Bila tidak mendaftar dan melakukan kampanye di wilayah Jawa Barat ada sanksinya. Itu bisa dibubarkan. Pendaftaran perlu karena kita juga menyusun jadwal kampanye, kalau tidak ada yang mendaftar kerepotan kita," kata Heri. Kendati demikian, tampaknya pihak KPUD Jabar akan mengalah dengan memperpanjang batas temponya. "Saya harap tiga hari sebeulm masa kampanye tim suksesnya sudah mendaftarkan timnya," kata Heri. Sementara di kesempatan terpisah, Wakil Gubernur Jabar Nu'man Abdul Hakim pada wartawan mengakui pihaknya belum menyerahkan dana pendaftaran pemilih yang besarnya Rp 5,2 miliar dari APBD Propinsi, padahal waktu yang diberikan untuk pendataan pemilih susulan sendiri sudah berakhir. "Namanya juga uang di Pemda, harus melalui beberapa tahapan proses. Kata setuju bukan berarti keluar hari itu juga," kata Nu'man ketika ditemui Rabu, usai menghadiri pelantikan Pejabat Eselon II Pemprov Jabar di Gedung Sate Jl Diponegoro 22 Bandung.
(jon/)











































