Imigrasi Benarkan Mahasiswi Kepala Polisi Meksiko Ada di AS

Imigrasi Benarkan Mahasiswi Kepala Polisi Meksiko Ada di AS

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2011 12:09 WIB
Imigrasi Benarkan Mahasiswi Kepala Polisi Meksiko Ada di AS
Mexico City - Petugas Imigrasi dan Pabean membenarkan Marisol Valles Garcia, mahasiswi 20 tahun yang baru saja dipecat sebagai kepala polisi di kota paling berbahaya di Meksiko, berada di AS.

"Marisol Valles Garcia di Amerika Serikat dan ia akan memiliki kesempatan untuk menyajikan fakta-fakta kasusnya sebelum ada keputusan imigrasi yang adil,"kata petugas itu seperti dilansir CNN, Senin (7/3/2011).

Pejabat berwenang di Kota Praxedis pekan lalu menolak pemberitaan bahwa dia berada di AS untuk mencari suaka. Pada 7 Maret 2011, Garcia dipecat sebagai kepala polisi Kota Praxedis karena tidak terlihat di kantornya setelah izin sejak 2 Maret. Sekretaris Kota Andres Morales mengaku tidak tahu di mana Garcia sekarang berada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pejabat kota lainnya menyatakan, Garcia yang juga mahasiswi kriminalogi, cuti karena bayi 8 bulannya sakit. Dia seharusnya mengantor kembali hari Senin. Tapi karena dia tidak muncul pada hari itu dan tidak ada permintaan tambahan cuti, Walikota Kota Praxedis memecat Garcia.

Sejumlah tetangga Garcia menyatakan sudah menjadi rahasia umum Garcia pergi ke AS. Sejumlah tetangga Garcia takut memberikan namanya pada reporter karena kekerasan kartel narkoba yang merajalela di kawasan itu.

Pada Oktober 2010, Garcia hanyalah satu-satunya orang yang menerima jabatan kepala polisi di kota itu, setelah setahun sebelumnya posisi itu lowong. Wajar bila kemudian Garcia disebut wanita terberani di Meksiko.

Di sekitar waktu dia mengambil posisi itu, seorang walikota dan anak lelakinya tewas terbunuh saat bersembunyi di rumahnya di dekat kota berbahaya Ciudad Juarez. Walikota di sekitar kota itu juga terbunuh pada Juni 2010.

Pemerintah Meksiko menyatakan, lebih 34 ribu orang tewas terkait bisnis narkoba sejak Presiden Felipe Calderon mulai memberantas kartel-kartel narkoba pada Desember 2006.
(nrl/vit)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads