Warga berharap relawan memberikan bantuan perlengkapan sekolah untuk anak-anaknya.
Tidak seperti hari biasa sebelum kejadian kebakaran, hari ini, Selasa (8/3/2011), Rizky Siregar harus bersekolah dengan sandal jepit, satu buku tulis dengan tas kantong plastik. Bocah kelas 3 SDN 07 Pagi Kampung Ambon ini menjadi korban kebakaran Minggu (6/3/2011) malam sekitar pukul 21.45 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini merupakan hari kedua putra pertamanya tersebut masuk sekolah pasca kebakaran yang melalap rumahnya di RT 1. Sebelumnya, Rizky terpaksa absen belajar karena ketiadaan peralatan sekolah.
"Kemarin malam ada yang bagi baju, ada seragam sekolahnya yang pas dengan anak saya. Ya, lumayan. Mau beli enggak bisa, uangnya ikut kebakar," ujar Yayat.
Senada dengan Yayat, warga lainnya Uyun (45) mengaku sangat membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah untuk cucunya, Juar (9) yang bersekolah di SDN Utan Kayu.
"Sampai sekarang cucu saya enggak sekolah gara-gara belum punya perlengkapan sekolah sama sekali. Padahal sekarang lagi banyak ulangan di sekolahnya," keluh Uyun.
Di tempat sama, Wakil Ketua RW 2 Komarudin mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa sekolah di wilayah Pulogadung untuk memberikan dispensasi kepada anak yang rumahnya menjadi korban kebakaran.
"Kemarin sudah disampaikan ke beberapa sekolah di sekitar sini. Kami berharap sekolah memberikan dispensasi kepada anak yang absen," katanya.
Di lokasi kebakaran, beberapa warga masih terlihat berjibaku membersihkan rumahnya dari puing-puing sisa kebakaran. Beberapa warga ada yang telah mendirikan pondasi kayu untuk merenovasi rumahnya yang telah luluh lantak dilalap si jago merah.
Sekitar 10 petugas Satpol PP berjaga di beberapa titik untuk menghindari masuknya pemulung ke lokasi kebakaran.
(ahy/nwk)










































