73 TKI Jabar Terlantar Di KBRI Malaysia

73 TKI Jabar Terlantar Di KBRI Malaysia

- detikNews
Rabu, 26 Mei 2004 19:46 WIB
Jakarta - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat Sukarto Karnen menyatakan ada 73 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Barat yang nasibnya terlantar di penampungan KBRI Malaysia. Sementara 34 diantaranya diperiksa pihak berwajib Malaysia karena menjalankan praktek prostitusi. "Memang benar, tapi jangan diributkan dulu. Saya malu lapor Gubernur. Biarkan kami menyelesaikannya dulu sampai tuntas," kata Sukarto Karnen ketika ditemui menghadiri pelantikan Pejabat Struktural Eselon II di lingkungan Pemprov Jabar, Rabu (26/5/2004) di Gedung Sate Jl Diponegoro 22 Bandung. Berdasarkan informasi petugas Disnakertrans Jabar, ke-34 TKI yang disebut-sebut sebagai pekerja seks komersil merupakan korban sindikat penjualan wanita yang kini masih diselidiki jalurnya oleh Kepolisian Malaysia. Satu diantara sisanya, seorang TKI asal Cianjur, Amah Arif (30) harus segera dipulangkan untuk memperoleh pengobatan karena menderita TBC akut. Sementara, ditemui di tempat terpisah Rabu di Bandung, Wagub Jabar Nu'man Abdul Hakim mengaku telah mendengar informasi tersebut tapi pihaknya belum menerima laporan dari Disnakertrans Jabar. "Saya belum dengar, tapi saya akan panggil dia (Kepala Dinas Disnakertrans Jabar)," kata Nu'man. "Soal TKI ini sebenarnya wewenang pemerintah pusat. Soal TKI ini pemerintah pusat mungkin akan mencari PJTKI-nya. Dan apakah akan menjadi wewenang pemerintah pusat atau PJTKI untuk memulangkannya?" kata Wagub. Kendati demikian, menurut Wagub, pihaknya bersedia untuk membiayai pemulangan mereka kalau Pemprov Jabar diminta bantuannya. "Tapi sebelumnya yang bertanggung jawab siapa dulu. Waktu berangkat Pemprov Jabar tidak tahu menahu. Ada ijinnya atau tidak," katanya. Dirinya menyesalkan jika ternyata TKI tersebut ternyata ilegal. "Ketika TKI tidak legal dan dia bekerja mendapat masalah seharusnya jangan membebani kita. Tapi kalau itu menjadi kewajiban negara termasuk Pemda Jabar tidak masalah (membiayai pemulangannya), dan tergantung nanti akan kita lihat reportnya. Saya belum dapat laporannya," kata Nu'man (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads