Kamis, Inpres Darurat Sipil di NAD Diputuskan

Kamis, Inpres Darurat Sipil di NAD Diputuskan

- detikNews
Rabu, 26 Mei 2004 19:09 WIB
Jakarta - Menko Polkam ad interim Hari Sabarno mengatakan, rapat terbatas hari ini membahas 3 persoalan penting. Pertama, rancangan Inpres darurat sipil, kedua upaya mengamankan dan membangun wilayah perbatasan antar negara dan ketiga mempersiapkan pengamanan kampanye pilpres. "Untuk Inpres besok akan diputuskan, setelah terlebih dahulu digelar sidang kabinet di Istana Negara," kata Menko Polkam ad interim Hari Sabarno di Istana Negara, Jln Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (26/5/2004). Namun Hari Sabarno tidak menjelaskan detail apa saja yang tertuang dalam Inpres tersebut.Menteri Dalam Negeri ini hanya menjelaskan beberapa hal yakni soal struktur darurat sipil, terutama mengenai setiap ada keputusan penting harus mendapatkan restu dari pemerintah pusat. Untuk wilayah perbatasan, kata Hari Sabarno, kebijakan pemerintah pusat mempunyai orientasi bahwa perbatasan merupakan bagian dari serambi dari sebuah rumah, bukan bagian belakang. "Ini untuk menghindari batas laut dan darat dengan negara lain," kata Hari.Sedangkan untuk pengamanan kampanye pilpres langsung, Kapolri Dai Bachtiar menjelaskan prioritas pengamanan kampanye pilpres antara lain di tempat-tempat yang strategis di mana capres dan cawapres berkampanye. Untuk pengamanan ini, lanjut Kapolri, polisi akan mengerahkan 200 ribu personel ditambah TNI dalam posisi yang tersebar. Kapolri mengimbau kepada kelompok-kelompok LSM agar tidak melakukan provokasi.Sementara itu, KSAL Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh mengatakan bahwa wilayah perbatasan sangat penting untuk segera diambil keputusan. Hal ini berguna untuk mengamankan sumber daya laut yang sering kali dirampok oleh nelayan bukan dari Indonesia. Pihaknya sampai sekarang terus menerus melakukan operasi terutama di Selat Malaka. (jon/)


Berita Terkait