"Bahkan Israel di Gaza, ketika mereka bergerak masuk ke Jalur Gaza, mereka masuk dengan tank-tank untuk melawan ekstremis-ekstremis. Itu sama dengan di sini," ujar Khadafi seperti dikutip media France 24 dan dilansir Press TV, Selasa (8/3/2011).
Israel melancarkan operasi militer di Jalur Gaza pada 27 Desember 2008 silam. Operasi militer yang berlangsung berhari-hari itu menewaskan sedikitnya 1.400 warga Palestina, yang sebagian besar warga sipil. Ribuan warga Palestina lainnya luka-luka dalam operasi tersebut.
Pada September 2009, sebuah laporan PBB menuding Israel melakukan penyerangan yang disengaja terhadap penduduk sipil Gaza dan pengrusakan infrastruktur sipil. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.
Dalam wawancara dengan France 24, Khadafi juga bersikeras bahwa pasukannya harus menggunakan kekuatan karena menghadapi kelompok-kelompok kecil al-Qaeda.
"Kami ada kelompok-kelompok kecil bersenjata yang memerangi kami. Kami tidak menggunakan kekerasan sejak awal... Unit-unit bersenjata militer Libya harus melawan kelompok-kelompok kecil al-Qaeda bersenjata. Itulah yang terjadi," ujar Khadafi.
(ita/nrl)











































