Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan, opsi militer oleh pasukan NATO saat ini tengah dipertimbangkan.
"Sementara itu, kami punya NATO, yang saat kita bicara ini, sedang berkonsultasi di Brussels mengenai berbagai opsi yang mungkin, termasuk kemungkinan opsi militer, sebagai respons atas kekerasan yang terus terjadi di dalam Libya," ujar Obama seperti dilansir media Press TV, Selasa (8/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Obama, pemimpin Libya Muammar Khadafi dan para loyalisnya akan dimintai tanggung jawab atas kekerasan yang terus berlangsung di negeri Afrika Utara itu.
"Dan saya pikir PM Gillard dan saya sama-sama memiliki keyakinan sangat kuat bahwa kekerasan yang tengah terjadi dan dilakukan oleh pemerintah di Libya itu tak bisa diterima," tegas Obama di Oval Office, Gedung Putih.
Obama juga menyatakan, dirinya baru saja menyetujui tambahan dana US$ 15 juta untuk disalurkan bagi organisasi-organisasi kemanusiaan yang bekerja di Libya.
(ita/nrl)











































