Kasus yang Menimpa Kadernya Mandek, Demokrat Bantah Intervensi KPK

Kasus yang Menimpa Kadernya Mandek, Demokrat Bantah Intervensi KPK

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2011 06:18 WIB
Kasus yang Menimpa Kadernya Mandek, Demokrat Bantah Intervensi KPK
Jakarta - Partai Demokrat dituding memiliki pengaruh dalam penanganan kasus yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun partai berlambang bintang Mercy ini menampik tudingan tersebut dan mendukung sepenuhnya independensi yang dimiliki KPK.

"Tidak ada intervensi itu. Demokrat itu mendukung penuh independensi dari KPK," tutur Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah saat dihubungi detikcom, Selasa (8/3/2011) pagi.

Jaffar mengatakan, Demokrat menolak jika ada pihak-pihak yang mencoba menggerus independensi dari KPK. Dia juga menegaskan pihaknya mendukung penuh penuntasan kasus di KPK, termasuk kasus-kasus yang disinyalir terdapat keterlibatan kader Partai Demokrat didalamnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Demokrat mendukung KPK menuntaskan pekerjaannnya. KPK kan tentunya memiliki informasi-informasi yang mereka peroleh," tuturnya.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat sedikitnya ada tujuh kasus yang masih macet dan berlarut-larut di KPK. Sebagian di antaranya berhubungan dengan politisi Demokrat.

"Ada misalnya kasus dugaan suap dana stimulus pembangunan dermaga dan bandara di
Indonesia Timur, yang diduga melibatkan Jhonny Allen (Waketum Demokrat," kata peneliti ICW Adnan Topan Husodo saat jumpa pers di kantornya, Jl Kalibata Raya,
Senin (7/3/2011).

Adnan juga mengungkapkan kasus lain yang berhubungan dengan politisi Demokrat yakni pengadaan di Depsos. Nama anggota FPD Amrun Daulay disebut-sebut terlibat dalam kasus yang juga menyeret mantan Mensos Bachtiar Chamsyah ini.

"Ini tidak jelas kasusnya. Kepala daerah yang melibatkan partai Demokrat juga. KPK seperti gamang dalam mengambil keputusan," sambungnya.


(fjr/her)


Berita Terkait