Ray Rangkuti: SBY Takut Kena Hukum Karma Keluarkan Golkar dan PKS

Ray Rangkuti: SBY Takut Kena Hukum Karma Keluarkan Golkar dan PKS

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2011 05:42 WIB
Jakarta - Pecah kongsi dalam koalisi dinilai hanya gertak sambel yang dilakukan partai Demokrat. Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Demokrat dianggap takut memecat PKS dan Golkar dari koalisi. SBY takut terkena hukum karma.

"Saya menilai ada dua alasan mengapa SBY tidak berani mengeluarkan PKS dan Golkar dari Setgab. Salah satunya, SBY takut terkena hukum karma," ujar Direktur Lingkar Madani, (Lima) Ray Rangkuti saat berbincang dengan detikcom, Senin (7/3/2011) malam.

Menurut Ray, keberhasilan SBY memimpin Demokrat saat ini karena pernah dipecat oleh Megawati tahun 2004 lalu. Semenjak itu, lanjut Ray nama SBY semakin berkibar dengan politik pencitraan sebagai orang yang tertindas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begitu juga sekarang ini, SBY yang mengedepankan politik pencitraan takut kalau hal itu berbalik kepada Golkar dan PKS. Karena rakyat nanti akan melihat bahwa kedua partai inilah yang pro mereka," terangnya.

Alasan kedua SBY tidak segera mendepak Golkar dan PKS dari koalisi adalah ketakutan adanya basis perlawanan anti SBY atau pemerintah yang lebih besar. Selama ini PDIP, Gerindra dan Hanura dianggap sebagai partai oposisi, dengan bergabungnya Golkar dan PKS maka kekuatan oposisi akan semakin besar.

"Makanya SBY tidak segera mendepak Golkar dan PKS sebelum menemukan penggantinya, karena tanpa pengganti berarti basis perlawanan kepada SBY akan semakin besar," imbuhnya.

(her/fjr)


Berita Terkait