Demikian analisa Burhanudin Muhtadi mengenai materi orasi politik Ketum DPP Golkar Aburizal Bakrie yang menyebut bahwa Golkar sudah kenyang dalam pemerintahan. Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) itu dihubungi melalui telepon, Senin (7/3/2011).
"Ada kegalauan elit Golkar terhadap manuver SBY-PD terhadap PDIP yang belakangan ini sangat intensif. Pada saat yang sama Golkar tidak diajak bicara sama sekali, mereka merasa harga diri Golkar direndahkan," ujar Muhtadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di ujung pidatonya, Ical masih bilang Golkar masih bersedia jadi bagian koalisi kan? Saya melihatnya pidato Ical lebih untuk menunjukkan harga dirinya dan bahwa Golkar tidak bisa disepelekan," papar Muhtadi.
Sementara pendekatan kepada PDIP yang meski sebelumnya selalu nihil, namun kali ini tidak dapat disepelekan. Faksi yang ingin agar PDIP bergabung ke dalam koalisi semakin besar dan bila pada akhirnya Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri setuju mengikat kerjasama formal bersama Presiden SBY maka pasti Golkar akan didepak dari Setgab Koalisi.
"Jadi sekarang ini nyawa Golkar ada di tangan PDIP," analisa pria berkacamata ini.
(lh/her)











































