Diusulkan Jadi Menteri Pertanian, Jafar Serahkan Keputusan pada SBY

Diusulkan Jadi Menteri Pertanian, Jafar Serahkan Keputusan pada SBY

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2011 03:21 WIB
Jakarta - Bursa calon Menteri Pertanian (Mentan) mulai menjadi rebutan. Bila sebelumnya Partai Gerindra meminta jatah kursi Mentan, kini Demokrat juga mengusungkan Ketua fraksinya, Jafar Hafsah untuk menggantikan Suswono. Jafar pun menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada presiden SBY.

"Posisi Menteri itu yang menentukan presiden. Saya tidak mau berkomentar soal itu, itu hak terserah presiden," ujar Jafar saat berbincang dengan detikcom, Senin (7/3/2011) malam.

Jafar tidak menampik bila ia didukung sejumlah kader untuk menduduki kursi Menteri Pertanian. Jafar yang pernah 8 tahun menjadi pejabat eselon 1 di Kementerian Pertanian ini pun siap bila presiden menunjukannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya itukan hak prerogratif presiden. Terserah beliau, kita tentu mengikuti," terangnya.

Jafar sendiri mengaku hingga saat ini belum mengetahui perihal reshuffle kabinet. Namun menurutnya tidak menutup kemungkinan Gerindra akan masuk dalam koalisi dan menduduki kursi Mentan.

"Komunikasi anatara Pak SBY dengan Prabowo juga baik, sama dengan tokoh lainnya. Jadi tidak menutup kemungkinan bisa masuk gerindra, tapi itu hanya presiden yang tahu," imbuhnya.

Sebelumnya Ketua DPP Demokrat, Herman Khaeron mengusulkan Ketua FPD M Jafar Hafsah menjadi Menteri Pertanian pengganti Suswono. Jafar yang pernah menjadi Dirjen di Kementerian Pertanian dinilai layak menduduki kursi itu.

"Kalau Pak SBY meminta, PD lebih mendukung Pak Ketua Fraksi menjadi Menteri Pertanian. Layak atau tidak itu Presiden yang menilai," ujar Ketua DPP PD, Herman.

Menurut Herman, Ketua FPD yang juga Dirjen di Kementerian Pertanian memiliki pengalaman luar biasa di sektor agraria. Karenanya, PD mengusulkan Jafar yang sudah berkali-kali dicalonkan menjadi Menteri Pertanian ini.

"Beliau memiliki perjalanan birokrasi dari golongan 2B sampai eselon 1. Pengalaman beliau di bidang pertanian sangat menonjol dan layak dikagumi," tutur Herman.

(her/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads