Sebanyak tujuh orang peserta yang menggunakan jasa joki oleh panitia langsung dibatalkan keikutsertaannya. Semuanya mendaftarkan untuk masuk ke Fakultas Kedokteran (FK) UII.
"Cara perjokian yang dilakukan ini tergolong canggih menggunakan alat HT (handy talky-red) bukan Handphone," kata Ketua Panita PMB UII, Nur Jihad di Kampus UII di Jl Kaliurang Km 14 Sleman, Yogyakarta, Senin (7/3/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, terungkapnya kasus ini saat panitia PMB melaksanakan ujian tulis tahap I pada hari Minggu 6 Maret. Saat ujian HT milik salah satu calon terjatuh. Karena panitia curiga kemudian memeriksa sejumlah peserta yang mencurigakan.
"Hasilnya ada tujuh calon peserta, semuanya perempuan yang kita curigai telah
berbuat kecurangan," katanya.
Modus yang digunakan itu lanjut dia, tergolong pintar. Sebab mereka tidak menggunakan HP. Kalau menggunakan HP pasti gagal karena sinyal HP selama ujian telah diacak oleh panitia. HT yang digunakan peserta itu disambungkan ke HP. Selanjutnya dari HP disambungkan ke kabel headset yang dipasang di telinga.
"Headset yang terpasang ditelinga tidak kelihatan. Kerudung yang dikenakan untuk menyembunyikan earphone. Sedangkan HT dan HP ada yang diselipkan dalam perut atau paha. Kalau tidak jatuh mungkin panitia tidak akan tahu dan curiga," kata Jihad.
Dia mengatakan tujuh orang yang dicurigai itu ada yang berasal dari Sumatera Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi dan Jawa Timur. Keikutsertaan mereka pada tes tahap I langsung dibatalkan. "Kasus ini sudah kami laporkan ke polisi dan biarlah polisi yang menyelidikinya," kata Jihad.
(bgs/her)











































