UII Ungkap Joki Tes Masuk dengan Modus Gunakan HT

UII Ungkap Joki Tes Masuk dengan Modus Gunakan HT

- detikNews
Senin, 07 Mar 2011 20:48 WIB
Sleman - Kasus perjokian ujian tulis tes masuk perguruan tinggi kembali terjadi. Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta berhasil mengungkap kasus perjokian.

Sebanyak tujuh orang peserta yang menggunakan jasa joki oleh panitia langsung dibatalkan keikutsertaannya. Semuanya mendaftarkan untuk masuk ke Fakultas Kedokteran (FK) UII.

"Cara perjokian yang dilakukan ini tergolong canggih menggunakan alat HT (handy talky-red) bukan Handphone," kata Ketua Panita PMB UII, Nur Jihad di Kampus UII di Jl Kaliurang Km 14 Sleman, Yogyakarta, Senin (7/3/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jihad mengatakan ketujuh peserta menjadi joki untuk dirinya sendiri. Bukan menjadi joki untuk calon lain. Mereka juga bisa disebut sebagai korban perjokian. "Kasus ini pasti ada yang mengkoordinir dan yang mengatur. Terbukti dari alat-alat yang digunakan," katanya.

Menurut dia, terungkapnya kasus ini saat panitia PMB melaksanakan ujian tulis tahap I pada hari Minggu 6 Maret. Saat ujian HT milik salah satu calon terjatuh. Karena panitia curiga kemudian memeriksa sejumlah peserta yang mencurigakan.

"Hasilnya ada tujuh calon peserta, semuanya perempuan yang kita curigai telah
berbuat kecurangan," katanya.

Modus yang digunakan itu lanjut dia, tergolong pintar. Sebab mereka tidak menggunakan HP. Kalau menggunakan HP pasti gagal karena sinyal HP selama ujian telah diacak oleh panitia. HT yang digunakan peserta itu disambungkan ke HP. Selanjutnya dari HP disambungkan ke kabel headset yang dipasang di telinga.

"Headset yang terpasang ditelinga tidak kelihatan. Kerudung yang dikenakan untuk menyembunyikan earphone. Sedangkan HT dan HP ada yang diselipkan dalam perut atau paha. Kalau tidak jatuh mungkin panitia tidak akan tahu dan curiga," kata Jihad.

Dia mengatakan tujuh orang yang dicurigai itu ada yang berasal dari Sumatera Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi dan Jawa Timur. Keikutsertaan mereka pada tes tahap I langsung dibatalkan. "Kasus ini sudah kami laporkan ke polisi dan biarlah polisi yang menyelidikinya," kata Jihad.

(bgs/her)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads