Mitra Koalisi Agar Tak Terlalu Jauh Tafsirkan Pidato Ical

Mitra Koalisi Agar Tak Terlalu Jauh Tafsirkan Pidato Ical

- detikNews
Senin, 07 Mar 2011 19:15 WIB
Mitra Koalisi Agar Tak Terlalu Jauh Tafsirkan Pidato Ical
Jakarta - Pernyataan bahwa Golkar sudah kenyang pengalaman berada dalam pemerintahan mendapat menuai tanggapan beragam dikaitkan isu kisruh Setgab Koalisi. Semua pihak hendaknya tak menafsirkan pidato Aburizal Bakrie itu terlalu jauh sebab memperuncing keadaan.

"Pidato semalam hanya penegasan ulang sikap Golkar, tidak ada yang luar biasa. Kepada pengamat dan mitra koalisi, jangan menafsirkan terlalu jauh," kata Wasekjen Golkar Lalu Mara Satriawangsa kepada detikcom, Senin (7/3/2011).

Dia menjelaskan, konteks pidato Ketum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie pada Minggu (7/3) malam adalah menekankan doktrin kekaryaan kepada para kader. Bahwa berkarya bagi bangsa dan negara dapat dilakukan baik di dalam maupun di luar pemerintahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyinggung penilaian bahwa pernyataan Ical merupakan sinyal bahwa Golkar berniat hengkang dari Setgab Koalisi, menurut Lalu merupakan tafsir yang terlalu jauh. Terlebih bila itu diyakini sebagai gertakan atau tantangan kepada Presiden SBY agar berpikir jauh sebelum mendepak Golkar dari Setgab Koalisi.

"Itu terlalu jauh. Sampai sekarang kita masih dalam koalisi dan komitmen untuk mendukung pemerintahan SBY-Boediono sampai resmi berakhir masa jabatannya juga tak berubah," paparnya.

Pria yang juga jubir keluarga Bakrie itu mengakui bahwa ada faksi dalam Golkar yang mendorong agar Golkar menjadi partai oposisi. Dorongan tersebut sudah muncul sejak Munas Golkar di Riau dan meski bertolak belakang dengan kebijakan partai, bukan dianggap sebagai sikap membangkang.

"Perbedaan pendapat itu kan wajar, yang penting bagaimana agar perbedaan itu dikelola sehingga tidak mengurangi daya kritis," jelas Lalu.

Lebih lanjut dikatakannya, sikap umum Golkar itu yang akan Ical tekankan dalam pertemuan dengan seluruh Ketua DPD Golkar se-Indonesia. Termasuk mengingatkan kembali target untuk merekrut 10 juta orang kader baru.

"Ketum akan menegaskan kembali bahwa Golkar adalah partai kader dan karenanya program merekrut 10 juta kader baru itu sangat penting," ujarnya.

(lh/nwk)


Berita Terkait