"Pidato semalam hanya penegasan ulang sikap Golkar, tidak ada yang luar biasa. Kepada pengamat dan mitra koalisi, jangan menafsirkan terlalu jauh," kata Wasekjen Golkar Lalu Mara Satriawangsa kepada detikcom, Senin (7/3/2011).
Dia menjelaskan, konteks pidato Ketum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie pada Minggu (7/3) malam adalah menekankan doktrin kekaryaan kepada para kader. Bahwa berkarya bagi bangsa dan negara dapat dilakukan baik di dalam maupun di luar pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu terlalu jauh. Sampai sekarang kita masih dalam koalisi dan komitmen untuk mendukung pemerintahan SBY-Boediono sampai resmi berakhir masa jabatannya juga tak berubah," paparnya.
Pria yang juga jubir keluarga Bakrie itu mengakui bahwa ada faksi dalam Golkar yang mendorong agar Golkar menjadi partai oposisi. Dorongan tersebut sudah muncul sejak Munas Golkar di Riau dan meski bertolak belakang dengan kebijakan partai, bukan dianggap sebagai sikap membangkang.
"Perbedaan pendapat itu kan wajar, yang penting bagaimana agar perbedaan itu dikelola sehingga tidak mengurangi daya kritis," jelas Lalu.
Lebih lanjut dikatakannya, sikap umum Golkar itu yang akan Ical tekankan dalam pertemuan dengan seluruh Ketua DPD Golkar se-Indonesia. Termasuk mengingatkan kembali target untuk merekrut 10 juta orang kader baru.
"Ketum akan menegaskan kembali bahwa Golkar adalah partai kader dan karenanya program merekrut 10 juta kader baru itu sangat penting," ujarnya.
(lh/nwk)











































