"Jadi sejak awal, memang sekarang ada 2 proses atau 2 kemungkinan yakni proses banding yang terus bergulir serta proses pemaafan dari keluarga terkait. Dua-duanya kita terus telusuri, dari proses banding terus dilakukan namun di lain pihak juga tentu menyiapkan segala yang dibutuhkan jika nantinya ini tidak berhasil," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (7/3/2011).
Marty mengatakan sampai saat ini sudah terkumpul dana dari berbagai pihak untuk membantu tebusan uang Rp 4,7 miliar yang harus dibayarkan oleh Darsem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dana yang sedang dikumpulkan tersebut bukan dari bantuan pemerintah Arab Saudi. Kalau pun ada, itu dari para dermawan Arab Saudi melalui lembaga yang bergerak dalam bidang sosial.
"Bahwa ada para dermawan di Arab Saudi yang memberikan bantuan karena di Arab Saudi itu ada lembaga yang khusus seperti ini, dengan permintaan atau tanpa permintaan siapa pun, juga ada lembaga yang mengelola hal-hal seperti ini," imbuhnya.
Anggaran pemerintah untuk bantu Darsem dari mana? "Tiap-tiap kementerian akan ada anggaran untuk perlindungan warga. Saya kira saat ini kami tidak bisa membebani keluarga Ibu Darsem, ada bantuan anggarannya dari A B C D, yang penting prinsip kita akan memberikan bantuan, dan tidak tergantung pada pihak manapun juga," kata Marty.
"Jadi tidak perlu dipolemikkan seolah olah pemerintah tidak peduli sebaliknya sejak awal kita berikan dukungan bantuan. Dan seandainya jika yang dikedepankan adalah proses pemaafan akan kita kedepankan," imbuh Marty.
(anw/ndr)










































