Terkait Bom, Dua Anggota TNI-AL Diperiksa Polda Maluku

Terkait Bom, Dua Anggota TNI-AL Diperiksa Polda Maluku

- detikNews
Rabu, 26 Mei 2004 17:00 WIB
Ambon - Dua anggota TNI AL yang hingga kini belum diketahui identitasnya tengah menjalani pemeriksaan terkait peledakan bom di pasar kaget Batu Meja Jl. Jendral Ahmad Yani Ambon pada Selasa pagi (25/5/2004).Pasalnya, saat terjadinya ledakan, kedua anggota TNI AL ini berada di pasar tersebut. Bahkan kedua orang ini sempat diteriaki warga bahwa merekalah yang membawa bom.Kapolda Maluku Brigjen Adityawarman membenarkan jika ada dua orang yang sedang dimintai keterangan oleh pihak Polda Maluku. Tapi dia belum bisa memastikan keterlibatan dua orang ini."Kami hanya minta keterangan mereka. Kita mesti pelajari dulu keterangan mereka. Jangan cuma isu-isu saja. Belum ada kepastian keterlibatan mereka,"kata Kapolda di kantornya, Ambon, Rabu (26/5/2004).Kendati demikian, Kapolda mengakui jika dilihat dari materi bom yang terdiri dari beberapa komponen, pembuatnya orang ahli. "Jenis bom ini sama dengan yang diledakkan di Desa Latta Kecamatan Baguala. Saya pikir bom itu bukan bom sembarangan, karena ada beberapa alat disitu yang dibuat khusus. Jadi orang yang membuatnya memiliki smart,"ujarnya.Saat peristiwa, kedua orang ini mengendarai motor berpelat nomor TNI dari kesatuan AL. Kapolda juga menyatakan, peledakan bom dan teror bom ini sengaja dilakukan untuk menciptakan kecemasan di tengah masyarakat. Karena itu, dia meminta masyarakat Maluku dan kota Ambon khususnya tidak terpancing dengan upaya provokatif tersebut.IntelijenSedangkan Gubernur Maluku kepada wartawan meminta agar intelijen harus sigap mendeteksi setiap teror bom yang terjadi. Bukan sebaliknya bom sudah meledak dan masyarakat sudah menjadi korban, baru tiba di lokasi kejadian."Saya harapkan aparat keamanan khususnya satuan intelijennya betul-betul waspada dan sigap guna menangkal dan mengungkap siapa di balik teror bom,"pintanya.Sekretaris Fraksi PPP Provinsi Maluku, Darul Kutni Tehupaly kepada detikcom, meminta agar aparat keamanan lebih intens memantau setiap perkembangan yang terjadi, terutama pada sarana-sarana vital maupun sarana umum yang ada di kota Ambon.Dia juga mengimbau agar satuan intelijen Kodam maupun Polda untuk lebih jeli dan sigap menyikapi setiap aksi-aksi teror bom yang belakangan ini marak di Ambon. "Saya pikir satuan intelijen harus dioptimalkan kinerjanya,"pintanya.Sementara itu, Organisasi Kepemudaan Islam (OKPI) di Ambon menilai, maraknya bom di yang terjadi di Ambon diakibatkan kurang profesionalnya kinerja Polisi maupun satuan intelejen yang ada.Hal ini disampaikan, Ketua Umum HMI Cabang Ambon Umar Ali Lessy kepada detikcom saat dimintai komentarnya. "Seharusnya, pasca 25 April lalu, pihak Kepolisian harus dapat mengantisipasi adanya bentuk-bentuk provokasi yang tentunya dilakukan oleh orang maupun sekelompok orang yang tidak menginginkan Ambon kembali normal,"kata Lessy. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini