Kiai NU Pro Mega-Hasyim Santai Tanggapi Putusan DPP PKB
Rabu, 26 Mei 2004 16:31 WIB
Tangerang - DPP PKB sudah final memutuskan mendukung Wiranto-Gus Solah. Tapi para kiai NU pendukung Mega-Hasyim santai-santai saja menanggapi hal itu.Para kiai pro Mega-Hasyim menganggap perbedaan pilihan di kalangan warga NU sudah biasa. Jadi bersaing saja secara fair.Hal itu disampaikan anggota FKB DPR KH Nur Muhammad Iskandar SQ dan Ketua PBNU KH Ahmad Bagdja di Pondok Pesantren Ash Shiddiqiyah II Batu Ceper, Tangerang, Banten, Rabu (26/5/2004).Berikut petikan wawancaranya:Tanggapan soal keputusan final PKB mendukung Wiranto-Gus Solah?SQ: Tidak apa-apa. Kita bersaing saja dengan baik. Kita lihat saja nanti. Kita punya gaya masing-masing. Begini, NU itu ada 40 juta orang. Yang ikut PKB itu hanya 11 juta orang. Itupun banyak yang ke Pak Hasyim. Masih banyak pasar yang bisa kita ambil.Warga NU akan terpecah?Tidak jadi soal. Kita kan sudah terbiasa pecah-pecah seperti itu. Kan ada yang di PPP, PKB, dan PNU.Langkah antisipasi keputusan PKB?Kami sudah sosialisasikan sejak awal. Kita terpacu untuk bisa mendekati masyarakat, dan itu yang menentukan rakyat.Gus Dur kan berpengaruh di kalangan kiai?Kalau ada atau tidak ada gus dur, NU biasa pecah. Gus Dur sendiri bagi sejumlah kiai dianggap sebagai guru dan banyak kiai yang bisa memahami Gus Dur.Sikap terhadap keputusan PKB?Bagdja: Itu merupakan keputusan institusi. Kita harus menghargai. Partai itu punya pilihan sendiri-sendiri. Tapi soal warga di bawah itu belum tahu, yang betul itu pilihannya banyak, artinya bukan pecah.PKB kan dulu berseberangan dengan Golkar?NU tidak pernah berubah kepada Golkar. Itu mereka (PKB) saja yang berubah. Ini mungkin karena kepentingan politik semata.Gus Dur akan mempengaruhi kiai untuk memilih Wiranto-Gus Solah?Mungkin saja bisa. Tapi lihat saja nanti.
(sss/)











































