"Statement Ulil sarat hidden agenda. Dia memastikan empat menteri PKS siap diganti itu tidak berdasar. Ulil menyimpan ambisi menjadi menteri dari posisi yang ditinggalkan," ujar Wakil Ketua Fraksi PKS MPR, ZUlkieflimansyah, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/3/2011).
Zul menuturkan, komunikasi PKS dengan SBY sebenarnya relatif cair. Karenanya provokasi yang berlebihan dari sesama partai koalisi menjadi kurang baik secara etika politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, menurut Zul, evaluasi koalisi tidak harus selalu berujung reshuffle kabinet. Reshuffle kabinet dinilainya bisa mengkerdilkan semangat renovasi total koalisi.
"Evaluasi koalisi tak boleh direduksi maknanya sebatas ganti menteri karena sejak awal koalisi ini tidak berdasarkan semangat bagi-bagi kue kekuasaan," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan Ulil menegaskan seluruh menteri dari PKS akan direshuffle oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dalam kabinetnya. Gerindra dipastikan akan mendapatkan jatah menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
"Seluruh menteri dari PKS akan dipangkas di dalam kabinet," ujar Ulil usai acara 'Persiapan Rekonsiliasi dan Rekonstruksi Bangsa dan Negara' di kantor PNBK, Jl Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (6/3/2011). Ulil menjelaskan, dalam koalisi pemerinatahan, anggota koalisi harus menjamin pemerintahan yang efektif.
Terdepaknya PKS dari kabinet, menurut Ulil, dikarenakan partai tersebut menciptakan kondisi yang tidak stabil dalam pemerintahan.
"Golkar dan terutama PKS itu selalu mengganggu citra pemerintahan SBY yang seharusnya nasionalis, pro Bhinekka Tunggal Ika, dan Pancasila," kata Ulil.
Pada kesempatan itu, Ulil juga membenarkan peluang masuknya Gerindra dalam kabinet SBY. Namun Ulil tidak menyebut berapa jatah kursi yang didapatkan oleh Gerindra. "Gerindra kemungkinan besar akan ditampung, dan keluarnya PKS," jelasnya.
(van/ndr)










































