BBM langka di lumbung minyak. Inilah fakta yang terjadi di Riau yang tercatat sebagai penghasil Migas terbesar di Indonesia. Sekitar 40 persen penghasilan Migas nasional muncrat dari tanah Bumi Lancang Kuning. Sayangnya provinsi yang kaya akan alamnya ini dalam hitungan 3 hari terakhir, masyarakat malah kesulitan mendapatkan BBM.
Untuk mengetahui penyebab kelangkaan yang terjadi, DPRD Riau telah mengundang pihak Pertamina Wilayah Riau untuk hearing pada, Senin (7/03/2011) pagi di Gedung DPRD Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru. Tapi rupanya, niat wakil rakyat untuk meminta penjelasan dari Pertamina Riau ini ternyata tidak digubris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pihaknya telah menyampaikan undangan untuk hearing via telepon dan pesan singkat. Undangan itu ditujukan kepada Kepala Pemasaran Pertamina Riau, Widoso, sejak akhir pekan lalu.
“Hari ini kita memastikan terhadap undangan hearing yang dimaksud. Tapi setelah kita telepon dan SMS kepala pemasarannya tidak bersedia menerima. Sikap Pertamina Riau ini benar-benar menjengkelkan,” kata Azwir.
Padahal dilakukan hearing dengan Pertamina Riau, lanjut Azwir, untuk mengungkap latar belakang terjadinya kelangkaan di bumi lumbung minyak ini. Sebab, saat ini kelangkaan BBM sudah menyebar ke seluruh wilayah kabupaten dan kota di Riau.
“Saat kita akan meminta keterangan itu, malah Pertamina Riau tidak bersedia. Sikap Pertamina ini seakan tidak mau tahu dengan kondisi kelangkaan BBM yang terjadi saat ini,” kata Azwir.
Menurutnya, bila sampai sore nanti, Pertamina Riau masih tetap mangkir, pihaknya besok akan mendatangai kantor Pertamina Riau di Pekanbaru. “Kalau memang mereka tidak mau datang, kita jemput bola. Kita akan ke Pertamina Riau untuk meminta klarifikasi soal kelangkaan ini sekaligus meminta mereka segera mengatasi jangan sampai terjadi gejolak di tengah masyarakat,” tegas Azwir.
(cha/nwk)











































