"Mengantasiipasi terjadinya keributan saat antrean tersebut, kita sudah mengintruksikan ke seluruh jajaran Polda Riau untuk melakukan pengamanan di seluruh SPBU. Ini perlu kita lakukan, karena kondisi antrean bisa juga menimbulkan keributan," kata Kapolda Riau, Brigjen Suedi Husein kepada wartawan di Mapolda Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru, Senin (7/3/2011).
Kapolda Riau meminta kepada seluruh masyarakat untuk dapat bersabar dengan kondisi kelangkaan BBM yang terjadi saat ini. Masyarakat juga diharapkan untuk dapat antre tanpa harus menimbulkan keributan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sejauh ini, Polda Riau belum dapat menindak dengan tegas soal pembelian BBM lewat jerigen. Pantuan detikcom, kondisi kelangkaan BBM ini dimanfaatkan spekulan untuk membeli BBM dengan jerigen.
Pembelian dengan jerigen ini masih terjadi walau SPBU dijaga polisi. SPBU masih melayani pembelian dengan jerigen maksimal ukuran 5 liter.
Di tempat lain, masyarakat yang malas ikut antre, harus membeli premium di tingkat eceran. Saat ini mendadak banyak masyarakat menjadi pedagang eceran premium. Untuk satu liter premium di jual dengan harga Rp 15 ribu.
"Kita malas antre sampai berjam-jam, terpaksa beli eceran. Walau harganya mahal, terpaksa kita membelinya," ujar Hermadi seorang warga kepada detikcom.
(cha/fay)










































