Polda Riau Turunkan Personel Amankan Antrean di SPBU

Polda Riau Turunkan Personel Amankan Antrean di SPBU

- detikNews
Senin, 07 Mar 2011 13:53 WIB
Polda Riau Turunkan Personel Amankan Antrean di SPBU
Pekanbaru - Antrean ratusan kendaraan terus terjadi di sejumlah SPBU yang ada di wilayah provinsi Riau. Untuk mengamankan antrean tersebut, Polda Riau menurunkan personelnya di setiap SPBU untuk mengantisipasi keributan.

"Mengantasiipasi terjadinya keributan saat antrean tersebut, kita sudah mengintruksikan ke seluruh jajaran Polda Riau untuk melakukan pengamanan di seluruh SPBU. Ini perlu kita lakukan, karena kondisi antrean bisa juga menimbulkan keributan," kata Kapolda Riau, Brigjen Suedi Husein kepada wartawan di Mapolda Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru, Senin (7/3/2011).

Kapolda Riau meminta kepada seluruh masyarakat untuk dapat bersabar dengan kondisi kelangkaan BBM yang terjadi saat ini. Masyarakat juga diharapkan untuk dapat antre tanpa harus menimbulkan keributan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah intruksikan masing-masing SPBU minimal dijaga dua personel. Kita mengharap masyarakat untuk dapat bersabar dalam antrean ini. Jangan sampai saling menimbulkan keributan," harap Suedi.

Namun sejauh ini, Polda Riau belum dapat menindak dengan tegas soal pembelian BBM lewat jerigen. Pantuan detikcom, kondisi kelangkaan BBM ini dimanfaatkan spekulan untuk membeli BBM dengan jerigen.

Pembelian dengan jerigen ini masih terjadi walau SPBU dijaga polisi. SPBU masih melayani pembelian dengan jerigen maksimal ukuran 5 liter.

Di tempat lain, masyarakat yang malas ikut antre, harus membeli premium di tingkat eceran. Saat ini mendadak banyak masyarakat menjadi pedagang eceran premium. Untuk satu liter premium di jual dengan harga Rp 15 ribu.

"Kita malas antre sampai berjam-jam, terpaksa beli eceran. Walau harganya mahal, terpaksa kita membelinya," ujar Hermadi seorang warga kepada detikcom.

(cha/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini