Boediono adalah alumni dari universitas yang terletak di Perth, Australia barat tersebut. Ia tamat S1 pada tahun 1967 dengan gelar Bachelor of Economics (Hons).
Boediono kuliah di universitas Western setelah mendapat beasiswa Colombo Plan tahun 1963. Ia meninggalkan bangku Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah mada (UGM) pada tingkat 1 dan memilih terbang ke negeri Kanguru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu tiba di Perth pukul 14.00 waktu setempat, Boediono akan bertemu dengan acting premier atau Gubernur Australia Barat, Kim Hamers. Pada malam harinya, ia akan bertatap muka dengan warga negara Indonesia yang berada di Perth.
Sedangkan acara penganugerahan gelar akan dilangsungkan pada 10 Maret sore hari di Universitas Western. Ia akan menyampikan pidato selama 10-15 menit. Namun, sebelum itu, Boediono meninjau beberapa proyek pembangkit listrik energi gelombang laut.
"Wapres juga akan mengikuti konferensi yang diadakan oleh sebuah lembaga 'think tank' di Australia. Malam harinya akan terbang ke Canberra. Jadi menginap di dalam pesawat," kata Yopie.
Setibanya di kota kedua tersebut, lanjut Yopie, Boediono akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Australia Wayne Swan. Kedua belah pihak akan berbicara mengenai isu-isu bilateral antara Indonesia dan Australia. Selain itu, Wapres akan bertemu dengan menteri keuangan Australia.
"Bapak Wapres juga akan bicara dalam bidang reformasi birokrasi, itu sebabnya Menpan dan Reformasi Birokrasi diajak serta selain Mendag dan Menkeu," terang Yopie.
Selanjutnya, Boediono akan terbang ke Sydney. Di sana, ia akan menghadiri pertemuan dengan para pebisnis Australia untuk mendorong peningkatan kerja sama ekonomi Indonesia-Australia. Boediono dijadwalkan pulag ke tanah air pada 13 Maret pagi.
(irw/vit)











































