"Tidak ada jaminan di sisa waktu 3,5 tahun ke depan Golkar mau memetik pengalaman yang lalu. Walau di dalam koalisi, mereka berpotensi terus menciptakan panggung politik baru seperti angket ini dan itu," ujar politisi senior PD, Amir Syamsuddin, kepada detikcom, Senin (7/3/2011).
Pernyataannya di atas menanggapi orasi politik Ketum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie semalam bahwa Golkar sudah kenyang berada dalam kekuasaan dan karenanya tidak akan goyah mengikuti irama politik menjelang penataan ulang Setgab Koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernyataan Ical terkesan arogan, Golkar tidak bisa eksis dalam suasana ketenangan. Masyarakat mendambakan ketenangan, mereka justru memilih cara tantang menantang," ujar Amir.
Mantan Sekjen DPP PD ini mengakui kekuatan Golkar di parlemen cukup signifikan. Namun bila kekuatan itu hanya dijadikan alat untuk menghalang-halangi pelaksanaan program pembangunan pro-rakyat yang pemerintah SBY jalankan, maka berbalik jadi bumerang.
"Kalkulasi kekuatan di DPR bukan segala-galanya, dukungan rakyat kepada SBY sangat tinggi. Rakyat yang nanti menjadi hakim bagi nasib Golkar di 2014," wanti Amir.
(lh/nrl)











































