"Saya sudah berkoordinasi dengan Pertamina Riau untuk segera mengatasi masalah ini. Kita tidak mau tahu, pihak Pertamina Riau harus segera mengatasinya. Jangan sampai kondisi ini terus berlarut, satu sisi Riau itu dikenal sebagai ladang minyak terbesar di Indonesia dan kita membayar pajak untuk itu," kata Gubernur Riau Rusli Zainal di Pekanbaru, Senin (7/3/2011).
Gubernur Riau menyebut, jika kelangkaan BBM yang terjadi akibat bencana alam, atau kondisi depot Pertamina terbakar, hal itu mungkin masih dapat diterima dengan akal sehat. Namun kondisinya saat ini, terkesan ada sistem administrasi di Pertamina yang tidak bisa berjalan dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Pertamina meminta maaf kepada masyarakat Riau yang mengalami kelangkaan BBM sejak empat hari terakhir. Penyebab keterlambatan pasokan akibat pengetatan quality control BBM jenis premium. Imbasnya pengolahan premium harus dilakukan ulang. Dengan ketatnya quality control, Pertamina tidak akan menjual premium yang menurut mereka di bawah standar.
Untuk segera memenuhi permintaan di kawasan Pekanbaru dan sekitarnya, Pertamina mengubah pola suplai dari tempat lain. Produk premium dari Kilang Dumai yang telah memenuhi spesifikasi telah tiba di Depot Siak untuk didistribusikan.
(fay/nrl)











































