Kelangkaan BBM Kian Tak Terkendali di Pekanbaru

Kelangkaan BBM Kian Tak Terkendali di Pekanbaru

- detikNews
Senin, 07 Mar 2011 12:17 WIB
Kelangkaan BBM Kian Tak Terkendali di Pekanbaru
Pekanbaru - Kelangkaan BBM di Pekanbaru, Riau sudah memasuki hari ketiga. Pertamina Wilayah Riau terkesan tidak mampu mengendalikan kondisi kelangkaan BBM ini. Masyarakat terus berdesakan untuk dapat pembagian BBM dengan atrean lebih dari 2 jam.

Pantauan detikcom, Senin (7/3/2011), suasana di sejumlah SPBU tetap saja terjadi antrean panjang hingga ratusan meter. Masyarakat berebut untuk mendapat jatah BBM buat kendaraan mereka. Namun di sisi lain, banyak SPBU yang masih tutup dengan alasan kehabisan pasokan BBM.

"Sejak pagi kita tutup, karena BBM kita dari Pertamina sudah tidak ada lagi. Kita harus menunggu lebih dari 5 jam untuk mendapatkan jatah tersebut. Ini belum lagi waktu pengisian BBM dari mobil tangki ke tempat kita yang membutuhkan waktu lebih dari 2 jam lagi. Sudah tiga hari ini distribusi BBM dari Pertamina Riau sering terlambat," kata Suwanto pekerja di SPBU di Jl Arifin Achmad, Pekanbaru dalam perbincangan dengan detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antrean panjang juga terlihat di SPBU Jl Subrantas, wilayah pintu masuk Pekanbaru dari arah barat. Di sana terlihat ratusan sepeda motor yang harus berjejer untuk bersabar mendapatkan BBM.

"Lebih dari 2 jam kita ikut antrean. Mau mundur tidak bisa akhirnya harus bersabar sambil panas-panasan di bawah terik matahari. Heran di tempat kita ini ladang minyak, tapi kenapa minyak tidak ada," keluh Bagus seorang pemilik kendaraan roda dua.

Atrean panjang juga terlihat di SPBU di Jl Sudirman, wilayah Tangkerang. Antrean panjang mobil dan motor di jalan protokol itu menyebabkan kemacetan. Pemandangan seperti ini sudah berlangsung selama tiga hari di Pekanbaru.

"Bersyukur kalau antre masih dapat BBM. Kemarin saya ikut antrean lebih dari 2 jam, tapi saat akan mengisi, pihak SPBU bilang stoknya sudah habis. Ini benar-benar menjengkelkan. Hari ini saya ikut antre lagi, sebab kalau tidak mobil saya tidak bisa berjalan lagi karena premiumnya benar-benar sudah sekarat," tutur Said Armansyah.

(cha/fay)


Berita Terkait