Presiden Afghanistan Tolak Permintaan Maaf AS

9 Anak Tewas Diserang NATO

Presiden Afghanistan Tolak Permintaan Maaf AS

- detikNews
Senin, 07 Mar 2011 11:24 WIB
Presiden Afghanistan Tolak Permintaan Maaf AS
Kabul - Presiden Afghanistan Hamid Karzai geram atas serangan udara NATO yang menewaskan sembilan bocah. Karzai dengan tegas menolak permintaan maaf yang telah disampaikan Amerika Serikat atas insiden mematikan itu.

Menurut statemen dari kantor kepresidenan Afghan, Karzai mengatakan pada Jenderal David Petraeus, panglima pasukan koalisi di Afghanistan, bahwa menyatakan penyesalan atas insiden pekan lalu itu tidaklah cukup.

"Presiden Karzai mengatakan bahwa cuma penyesalan tidaklah cukup dan juga menyebutkan bahwa korban jiwa warga sipil selama operasi militer oleh pasukan koalisi merupakan alasan utama untuk ketegangan dalam hubungan antara Afghanistan dan Amerika Serikat," demikian statemen kantor kepresidenan Afghan.

"Ini tak bisa diterima lagi oleh rakyat Afghan. Penyesalan dan kecaman atas insiden itu tak bisa menyembuhkan luka-luka rakyat," demikian disampaikan seperti dilansir AFP, Senin (7/3/2011).

Pada 1 Maret lalu, helikopter-helikopter NATO melancarkan serangan udara ke daerah lembah Pech di Provinsi Kunar, Afghanistan timur. Serangan itu menewaskan 9 anak laki-laki berumur 12 tahun ke bawah. NATO telah meminta maaf atas kejadian tragis itu.

Letjen David Rodriguez, yang memerintahkan operasi harian pasukan koalisi di Afghanistan, telah menyampaikan permintaan maaf lewat video. Dalam video tersebut, Rodriguez mengatakan, pasukan di sebuah pangkalan di lembah tersebut merespons serangan roket dengan mengirimkan beberapa helikopter untuk membombardir lokasi yang diyakini sebagai asal serangan roket tersebut. Militer mengira tengah berhadapan dengan para pemberontak. Namun ternyata yang mereka bombardir itu sekumpulan bocah dari desa terdekat yang sedang mengumpulkan kayu bakar.

Karzai pun meminta Petraeus untuk berbuat lebih keras guna mencegah insiden serupa. Dalam pertemuan itu, Petraeus mengatakan, bahwa kematian bocah-bocah itu merupakan kesalahan pasukan koalisi. Petraeus pun menyampaikan penyesalan dan dukacitanya pada Karzai dan rakyat Afghan seraya berjanji bahwa insiden serupa tidak akan terjadi lagi.

"Presiden Karzai mengatakan bahwa pengulangan insiden serupa akan berdampak pada hubungan dan atmosfir kepercayaan di antara kita. Pengulangan insiden serupa tidak bisa ditolerir dan tak bisa diterima bagi rakyat dan pemerintah Afghan," demikian statemen kantor kepresidenan Afghan.

Ratusan orang berdemo di Kabul pada Minggu, 6 Maret kemarin atas serangan NATO tersebut. Mereka meneriakkan "kematian untuk Amerika, kematian untuk pemerintah Amerika".

Dalam aksinya, massa juga membawa foto-foto warga Afghan yang tewas atau terluka akibat serangan-serangan udara. Para demonstran juga membakar patung Presiden Barack Obama.

(ita/nrl)


Berita Terkait