"Yang diserang ada 2 kapal berisi 3.000-an karton. Total kerugian kurang lebih Rp 3-4 miliar," kata Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Septia Atma, di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Senin (7/3/2011).
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Seksi Penindakan Bea dan Cukai Nugroho Arif memaparkan peristiwa penyerangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiba-tiba saat di Pelabuhan Batu Ampar, ada 20 orang yang menggunakan speed boat menyerang.
"Mereka menyerang dengan menggunakan bom molotov, melempar batu dan menggunakan senjata tajam parang," ujar Nugroho.
Nugroho menjelaskan, petugas Bea dan Cukai sudah memberi peringatan sesuai protap.
"Pertama, kita nyalakan lampu, dan pengeras suara, sirene. Jika masih melawan, kita keluarkan tembakan peringatan ke udara, tidak untuk membunuh," papar dia.
Namun, kata Nugroho, pelaku tetap menyerang. "Kita memang diberi senjata untuk melumpuhkan. Tetapi, dalam arti melumpuhkan semua sesuai prosedur," lanjut Nugroho.
Ia menambahkan instansinya sudah koordinasi dengan Kepolisian mengusut kasus ini.
(aan/nrl)











































